Pembunuhan Ibu Rumah Tangga di Juwiring Klaten, Polisi Amankan Kakak Ipar Korban di Wonogiri  

- Selasa, 2 November 2021 | 14:02 WIB
KBO Reskrim Polres Klaten Iptu Eko Pujiyanto dan Kasi Humas Iptu Abdillah memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus pembunuhan ibu rumah tangga di Desa Taji Juwiring, Selasa (2/11). (SMSolo/Mera S)
KBO Reskrim Polres Klaten Iptu Eko Pujiyanto dan Kasi Humas Iptu Abdillah memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus pembunuhan ibu rumah tangga di Desa Taji Juwiring, Selasa (2/11). (SMSolo/Mera S)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Tim Resmob Polres Klaten menangkap SA (43), atas dugaan pembunuhan Hani Dwi Susanti (28) ibu rumah tangga warga Dukuh Panggang Welut Desa Taji, Juwiring Klaten, yang tewas diracun apotas.

SA merupakan kakak ipar dari korban. SA diduga menaruh racun itu tinggal tak jauh dari rumah korban di Dukuh Panggang Welut, Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Klaten. Dia yang ditangkap di rumah temannya Wonogiri.

Hal itu diungkapkan Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo melalui BKO Kasat Reskrim Iptu Eko Pujiyanto didampingi Kasi Humas Iptu Abdillah kepada wartawan di ruang Reskrim Polres Klaten, Selasa (2/11/21).

Baca Juga: Kantor Bupati Boyolali Diserang 'Teroris', Tuntut Tebusan Rp 10 Miliar  

"Status SA masih terperiksa, namun dia sudah mengakui menaruh racun di botol minuman di kulkas rumah korban yang diduga menjadi penyebab kematian korban," kata Eko Pujiyanto.

Pengungkapan kasus itu berawal dari laporan Sigit Nugroho (39) suami korban tentang adanya dugaan pembunuhan, Senin (1/11/21) pukul 17.00 WIB. Dari laporan itu tim Resmob Polres Klaten langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga di Juwiring Diduga Tewas Dibunuh

Polisi juga telah mengamanan barang bukti beberapa botol minuman di kulkas korban. Saat ini, sejumlah bukti minuman yang dikumpulkan masih diperiksa di Labfor.

"Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap SA untuk mendalami motifnya melakukan menaruh racun yang menyebabkan korban Nur Hani meninggal dunia,’’ ujar Eko Pujiyanto. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4.000 Santri Klaten Ikuti Munaqosyah. Apa Itu?

Selasa, 29 November 2022 | 05:25 WIB
X