Tertimpa Talut Ambrol, Keberadaan Warga Popongan, Karanganyar Belum Ditemukan

- Senin, 15 November 2021 | 16:12 WIB
Relawan mencari Sastro Setu, yang tertimpa bangunan talut yang ambrol di dasar Sungai Siwaluh di wilayah Gerdurejo RT 4 RW 11 Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, Senin (15/11). (SMSolo/Irfan Salafudin)
Relawan mencari Sastro Setu, yang tertimpa bangunan talut yang ambrol di dasar Sungai Siwaluh di wilayah Gerdurejo RT 4 RW 11 Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, Senin (15/11). (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Nahas dialami Sastro Setu (62). Warga Melikan RT 5 RW 6 Kelurahan Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar ini tertimpa talut yang ambrol, saat sedang membuat lubang untuk dudukan cakar ayam, Senin (15/11) sekitar pukul 11.00 WIB.

Hingga pukul 15.30 WIB, pencarian tubuh Sastro Setu masih berlangsung oleh tim SAR gabungan. Pencarian sempat dihentikan sementara, karena hujan turun di sekitar lokasi peristiwa.

Kejadian berawal, saat enam pekerja mengerjakan proyek pembuatan talut di tebing Sungai Siwaluh, di dekat Jembatan Temu Ireng, wilayah Gerdurejo RT 4 RW 11 Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar.

Baca Juga: Alat Berat Dikerahkan, Atasi Ambrolnya Talut Luar Tanggul Sungai Kongklangan, Gantiwarno

Mereka diminta Sukarno, pemilik rumah di dekat lokasi pembangunan, untuk membuat penguatan talut. Sebab, muncul retakan pada talut lama yang baru selesai dikerjakan sekitar 10 hari sebelumnya.

Satu pekerja berada di atas untuk menyiapkan besi cakar ayam, sementara lima pekerja turun tebing berketinggian 12-an meter ke dasar sungai, untuk menggali dudukan pondasi.

"Saat sedang membuat lubang, ada batu-batu yang berjatuhan. Terus kami bersepakat untuk menjauh. Ngalih-ngalih. Saat itulah, talut ambrol. Saya dan kawan-kawan lari menyelamatkan diri," kata Joni Setiawan, salah satu pekerja.

Baca Juga: Catat! Selama 14 Hari ke Depan, Polres Sukoharjo Ggelar Operasi Zebra Candi 2021

Wagiman, pekerja lainnya mengatakan, setelah kejadian dirinya mencari keberadaan Sastro Setu. "Saya kira Mbah Sastro lari. Tapi saya cari-cari tidak ada. Diteriaki juga tidak menjawab," ujarnya.

Menurutnya, proyek pembuatan talut penguat itu baru dimulai. "Ini hari pertama kerja," tuturnya.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

103 Keluarga Korban Bencana Alam Terima Santunan

Kamis, 6 Januari 2022 | 17:10 WIB
X