Dua Hari Terakhir, Kasus Covid-19 di Klaten Melonjak

- Senin, 7 Juni 2021 | 11:05 WIB
Petugas Polsek Manisrenggo, Klaten, bersiap melakukan patroli dan penertiban untuk menekan Covid-19 di wilayahnya.(SMSolo/Merawati Sunantri) (Merawati Sunantri)
Petugas Polsek Manisrenggo, Klaten, bersiap melakukan patroli dan penertiban untuk menekan Covid-19 di wilayahnya.(SMSolo/Merawati Sunantri) (Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Dua hari terakhir, penambahan jumlah kasus positif covid-19 di Klaten menunjukkan peningkatan yang cukup tajam.

Padahal Satgas Penanganan Covid-19 bersama TNI/Polri terus melakukan penertiban.

Pada Jumat (4/6/2021) ada penambahan 25 kasus positif baru.

Lalu, Sabtu (5/6/2021) terdapat penambahan 107 kasus, 87 sembuh dan 4 meninggal dunia.

Sedangkan pada Minggu (6/6/2021) ada 80 kasus positif baru, 23 sembuh dan 2 meninggal dunia.

Baca Juga: 69 Warga Kudus Diisolasi di Asrama Haji Donohudan

Menurut juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, dokter Cahyono Widodo MKes, total kasus covid-19 di Klaten mencapai 9.237 kasus positif, 8.130 orang sudah dinyatakan sembuh, 602 orang meninggal dunia, serta 505 orang masih menjalani perawatan di RS dan isolasi mandiri.

‘’Kami imbau masyarakat untuk terus menegakkan protokol kesehatan agar tidak tertular, tetap pakai masker, mengurangi mobilitas, sering cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan,’’ kata Cahyono Widodo.

Salah satu wilayah yang cukup banyak kasus positif adalah Kecamatan Manisrenggo, total ada 56 warga terpapar covid-19 tersebar di semua desa.

Baca Juga: Ciuman di Tengah Kebun Teh, Sejoli Ini Tak Sadar Aksinya Terekam Kamera Pengawas

Kasus terbanyak dalam kecamatan itu ada di Desa Tijayan yakni 34 orang, terutama di Dukuh Jetis RT 18 yakni sekitar 9 warga.

Ketua Satgas Percepatan Penanganan covid-19 Kecamatan Manisrenggo, Raharjo Budi Setiono mengatakan, telah dilakukan tracing secara bertahap terhadap semua warga yang punya riwayat kontak erat dengan pasien positif yang jumlahnya ratusan orang.

Semua warga yang positif melakukan isolasi mandiri di rumah, hanya 3 orang yang dirawat di RS.

Satgas terus melakukan patroli dan minta warga agar tidak panik.

Mereka diminta mendukung tetangganya yang positif, dengan membantu kebutuhan logistik serta tidak mengucilkan.

Merebaknya Covid-19 di desa tersebut belum jelas asalnya. Namun hampir semua warga keluar-masuk kampung untuk bekerja dan bersilaturahmi saat lebaran.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X