Klaster Keluarga dan Hajatan Penyumbang Besar Penambahan Kasus Covid di Karanganyar

- Senin, 7 Juni 2021 | 15:15 WIB
Bupati Juliyatmono (SMSolo/dok) (Irfan Salafudin)
Bupati Juliyatmono (SMSolo/dok) (Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Klaster rumah tangga dan klaster hajatan menjadi fokus perhatian Satgas Covid-19 Karanganyar, dalam penanganan kasus tersebut di kabupaten Bumi Intanpari.

Sebab dua klaster tersebut memberi kontribusi cukup signifikan, dalam penambahan kasus Covid-19. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, per 6 Juni ada 395 total kasus aktif positif Covid-19 di Karanganyar.

Dari jumlah tersebut, 174 kasus menjalani rawat inap dan 221 kasus menjalani isolasi mandiri. Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, klaster rumah tangga muncul karena banyak masyarakat yang besuk saudara, tetangga atau kerabatnya yang sakit.

"Padahal, yang dijenguk ada kecenderungan positif Covid-19," katanya, Senin (7/6/2021).

Baca Juga: Langgar Prokes, Hajatan Warga Dihentikan Sementara

Sementara klaster hajatan muncul karena banyak penyelenggara hajatan yang abai protokol kesehatan (prokes).

"Kalaupun sudah menerapkan prokes, duduk sudah berjarak, sudah menyiapkan sarana cuci tangan, namun pada saat bersantap kan semua buka masker. Ini juga berpotensi menularkan," jelasnya.

Karena itu, Satgas Covid-19 mengambil langkah-langkah tegas untuk mendisiplinkan masyarakat agar tidak mengabaikan prokes.

"Masyarakat harus terus diingatkan, bahwa Covid-19 masih ada. Jangan kemudian lalai, abai, tidak peduli. Harus disiplin prokes. Sebagai upaya untuk menekan penyebaran kasus," tandasnya. *

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

X