SangiRun Night Trail 2021 Diikuti 100 Pelari di Kawasan Museum Purbakala Sangiran

- Jumat, 19 November 2021 | 21:17 WIB
Kepala Museum Sangiran Iskandar  memotong tumpeng diserahkan ke Kepala Dispora Yusef Wahyudi di Joglo Bopo Wasimin di Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen Jumat (19/11) menandai SangiRun Night Trail 2021 yang akan dilaksanakan Sabtu (20/11) malam. (SMSolo/Anindito AN)
Kepala Museum Sangiran Iskandar memotong tumpeng diserahkan ke Kepala Dispora Yusef Wahyudi di Joglo Bopo Wasimin di Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen Jumat (19/11) menandai SangiRun Night Trail 2021 yang akan dilaksanakan Sabtu (20/11) malam. (SMSolo/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Untuk kali pertama dikawasan Museum Purbakala Sangiran bakal digelar SangiRun Night Trail 2021.

Lomba lari yang akan digelar Sabtu (20/11) malam dengan penerangan obor dan lampu menempuh rute kluster-kluster Museum Purbakala disekitar museum utama Sangiran, sejauh 25 Km.

"Kompetisi diikuti 25 pelari elite trail dan 75 reguler runner," tutur Restu Gunawan, direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan melalui zoom metting, Jumat (19/11).

Baca Juga: Polisi Ungkap Dukun Palsu Pembunuh Dua Bakul Sayur, Korban Diracun Sianida dan Apotas

Kepala Dispora Sragen Yusep Wahyudi mengungkapkan rute lari menempuh lima kluster museum.

Untuk start dimulai dari Museum Purbakala Sangiran atau museum utama, kemudian peserta berlari menuju Kluster Bukuran, kemudian Kluster Manyarrejo, Kluster Ngebung di wilayah Kecamatan Kalijambe, Sragen.

Selanjutnya menuju Museum Kluster Ndayu di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karangayar sejauh 25 Km. Kepanitiaan juga melibatkan Kabupaten Karanganyar.

Baca Juga: Operasi Zebra Candi, 'Anoman' Berbagi Masker dan Sembako di Sukoharjo

Saat jumpa pers di Joglo Bopo Wasimin Desa Krikilan, Ketua Panitia SangiRun Night Trail 2021 Andre Donas mengatakan kegiatan dalam rangka peringatan ke 25 tahun ditetapkannya Situs Cagar Budaya Sangiran sebagai salah satu warisan dunia oleh badan PBB UNESCO, pada 21 Desember 1996.

"Situs Sangiran sebagai Warisan Budaya Dunia No. 593 pada tahun 1996 dengan nama The Sangiran Early Man Site," terang Andre Donas.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Banyak Peminat KIP Kuliah di Sragen, Gagal

Senin, 17 Januari 2022 | 21:15 WIB

Warga Sragen Tewas Saat Menguras Sumur

Kamis, 6 Januari 2022 | 22:15 WIB

PDIP Sebut Untung Wibowo Sukowati Cabup Sragen

Kamis, 6 Januari 2022 | 20:45 WIB

Paket Beras Puan Maharani Juga Dibagikan di Sragen

Rabu, 5 Januari 2022 | 05:59 WIB
X