Air Kali Mubeng Meluap, Warga Berharap Jembatan Direkonstruksi dan Sedimentasi Dikeruk

- Sabtu, 20 November 2021 | 19:28 WIB
Warga dan relawan bergotong royong membersihkan sampah yang tertahan di aliran Kali Mubeng di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Sabtu (20/11). (SMSolo/dok)
Warga dan relawan bergotong royong membersihkan sampah yang tertahan di aliran Kali Mubeng di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Sabtu (20/11). (SMSolo/dok)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Jembatan Kali Mubeng di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu Karanganyar, Jawa Tengah dinilai perlu dikaji secara teknis.

Pasalnya, dengan struktur saat ini, bagian bawah jembatan kerap tidak mampu menampung aliran air, terutama jika sungai sedang deras. Akibatnya, air meluap ke jalanan dan membahayakan pengguna jalan.

Seperti yang terjadi Jum'at (19/11) malam, sungai yang melintas di kawasan timur Pabrik Gula Tasikmadu meluap ke jalan raya dan sejumlah permukiman warga.

Baca Juga: 11 Bahasa Daerah di Indonesia Dinyatakan Punah. Unesco Mencatat Tiap Pekan Satu Bahasa Daerah Hilang

Tak sedikit pengguna jalan yang tergelincir dan jatuh di rel bengkong, yang berada tak jauh dari jembatan, akibat permukaan jalan tertutup air.

Puguh Seto, salah satu warga mengungkapkan, Kali Mubeng meluap tak lama setelah hujan mengguyur menjelang Maghrib.

"Arus air di permukaan jalan lumayan deras. Mmbahayakan pengguna jalan," katanya.

Baca Juga: Daftar Tunggu Haji di Kabupaten Klaten Hingga 30 Tahun

Dwi Yulianto, warga lainnya mengatakan, di musim hujan, hampir setiap hari ada pengendara motor yang tergelincir di rel bengkong.

"Tidak tertutup air saja sudah bahaya karena licin, apalagi kalau tertutup air karena sungai meluap," ujarnya.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

103 Keluarga Korban Bencana Alam Terima Santunan

Kamis, 6 Januari 2022 | 17:10 WIB
X