Masker Mulai Ditinggalkan, Jubir Covid-19 Sukoharjo: Sebenarnya Sedih Melihatnya

- Senin, 22 November 2021 | 09:28 WIB
Bupati Sukoharjo memakaikan masker pada salah satu pedagang Pasar Ir Soekarno. (SMSolo/dok)
Bupati Sukoharjo memakaikan masker pada salah satu pedagang Pasar Ir Soekarno. (SMSolo/dok)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Budaya protokol kesehatan di Kabupaten Sukoharjo, khususnya memakai masker di tengah masyarakat mulai luntur.

Banyak masyarakat yang beraktivitas sudah tidak mengenakan masker. Kondisi tersebut membuat kekhawatiran virus corona kembali melonjak.

Menanggapi hal itu Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengaku prihatin.

Baca Juga: Siap-siap, Pemerintah Kembali Berlakukan PPKM Level 3. Ini Waktunya

"Sebenarnya sedih ya. Semestinya tidak demikian (abai) walaupun kasus saat ini sedikit setiap harinya dan vaksinasi semakin banyak lalu bermasker diabaikan," ungkap Kepala DKK Sukoharjo ini.

Menurut Yunia, ancaman virus covid yang lain masih ada. Karena itu pihaknya berharap, masyarakat benar-benar menaati protokol kesehatan.

Terlebih pemerintah pusat akan kembali memberlakukan PPKM Level 3 mengantisipasi Gelombang ketiga Covid-19. Khususnya dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Baca Juga: Soal Raja Baru Pura Mangkunegaran, Tradisi Mataram Memihak GPH Bhre Cakrahutomo

Berdasarkan data DKK Sukoharjo per 20 November 2021, tidak ada kasus dengan gelaja, 4 sembuh, 1 konfirmasi tanpa gejala dan zero kasus meninggal.

Sedang berdasarkan data kumulatif kasus di Kabupaten Sukoharjo terdapat 15.220, 8 isolasi mandiri, 3 rawat inap. 13.834 sembuh dan selesai isoman,sedangkan kasus meninggal sebanyak 1.375. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Warga Kurang Mampu di Sukoharjo Kembali Dapat Bantuan

Senin, 17 Januari 2022 | 15:05 WIB

Gropyokan Tikus, Pemdes Pranan Berikan Bonus

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:46 WIB
X