Kasus Perampokan dan Pembunuhan Satpam, Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Mati

- Senin, 22 November 2021 | 13:05 WIB
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyerahkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) kepada Harning Winasih, istri alm Suripto, saat berada di Polresta Surakarta, Senin (22/11/2021).  (SMSolo/Sri Hartanto)
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyerahkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) kepada Harning Winasih, istri alm Suripto, saat berada di Polresta Surakarta, Senin (22/11/2021). (SMSolo/Sri Hartanto)
SOLO, suaramerdeka-solo.com - Keluarga almarhum Suripto (33) yang tewas di tangan perampok saat berjaga di Gudang Distributor Rokok di Jalan Brigjen Sudiarto, Joyotakan, Solo, meminta pelaku pembunuhan dihukum mati.
 
Hal itu dikemukakan, M Ayup (35), kakak kandung Suripto, satpam korban pembunuhan saat ditemui di Polresta Surakarta, Senin (22/11/2021).
 
"Nyawa dibalas dengan nyawa," jelas Ayup mewakili keluarga.
 
Awalnya dia meminta agar pelaku berinisial RS MM alias S (21) dihukum seberat-beratnya dengan alasan demi rasa keadilan.
 
 
Dikatakan Ayub, adiknya pernah curhat sedang ada masalah dengan pelaku baik sebelum maupun setelah pelaku dikeluarkan dari perusahaan rokok tempat keduanya bekerja.
 
Pelaku, kata Ayup, yang kerap meninggalkan pekerjaan kerap minta tolong kepada adiknya (Suripto) untuk menggantikan tugasnya sebagai satpam.
 
"Pelaku bukannya merasa senang atau terima kasih kepada adik saya, namun malah bikin masalah setelah apa yang terjadi diketahui pihak perusahaan hingga akhirnya pelaku dikeluarkan dari perusahaan," tuturnya.
 
 
Tak berselang lama setelah pelaku dikeluarkan dari perusahaan, lanjut Ayup, adiknya menerima Whatshaap dari pelaku yang bernama ancaman yakni akan dibunuh baik dari depan maupun dari belakang. 
 
Apa yang dialami almarhum itu, kata Ayup, memang tidak diceritakan kepada istrinya, Herning Winasih (31). 
 
Karena, korban, menurut Ayup, agak tertutup.
 
"Semua yang dialami adik saya, diceritakan kepada saya dan saya sebenarnya sudah pesan agar adik saya berhati-hati. Kalau ada masalah dapat diselesaikan secara baik-baik," urai Ayup yang bekerja di Semarang.
 
 
Adapun kasus perampokan yang menewaskan Suripto diketahui, pelaku masuk ke dalam gudang dengan cara melompat tembok dari samping gudang bagian depan. 
 
Pelaku yang bisa masuk gudang akhirnya bertemu korban hingga terjadi perkelahian hebat.
 
Perkelahian akhirnya berhenti setelah pelaku memukul korban menggunakan linggis yang mengenai kepala, hingga terkapar di ruang lobby.
 
 
"Setelah itu, pelaku mencongkel brankas lalu dibawa keluar menggunakan troli. Setelah itu, brankas ditaruh dijok motor bagian belakang kemudian dibawa pelaku menuju ke rumahnya di Tekil, Sembukan, Sidoharjo, Wonogiri. Adapun brankas setelah dibuka dan dibuang kemana masih kita telesuri," tegas Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dalam ungkap kasus tersebut di Polresta Surakarta, Senin (22/11/2021).*
 

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Solo Butuh Tambahan Vaksin Booster 70 Ribu Dosis

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:52 WIB

Alumni Bintara ZED-STP Berbagi Paket Sembako

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:48 WIB

Kakorlantas Polri Temui Gibran di Solo. Ada Apa?

Kamis, 13 Januari 2022 | 20:36 WIB

Cegah Napi Pesta Narkoba, Rutan Gandeng BNNK Surakarta

Selasa, 11 Januari 2022 | 17:48 WIB

Jukir di Solo Dukung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024

Senin, 10 Januari 2022 | 05:30 WIB

Perawatan Gagal Jantung Jadi Unggulan RS UNS

Sabtu, 8 Januari 2022 | 14:30 WIB
X