Watu Nganten, Pintu Gerbang Situs Candi Watugenuk

- Selasa, 23 November 2021 | 10:06 WIB
Warga berada di sisi Watu Nganten yang letaknya di sisi timur. Batu pasangannya berjarak 10 meter di sebelah barat. (SMSolo/Joko Murdowo)
Warga berada di sisi Watu Nganten yang letaknya di sisi timur. Batu pasangannya berjarak 10 meter di sebelah barat. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Namanya Watu Nganten. Ya, sesuai namanya Watu Nganten merupakan sepasang batu besar yang di ladang persis di pinggir jalan Alun- alun Lor- SMPN 3 Mojosongo.

Kedua batu itu sebagian tertanam dalam tanah. Tinginya sekitar 1,5 meter. Jarak kedua batu itu 10 meter. Batu yang berada di sisi timur terlihat bersih, namun yang sisi barat tertutup tanaman perdu.

Kedua batu itu diduga terkait dengan situs Candi Watugenuk di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo. Candi Watugenuk sendiri sudah dieksvakasi oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng.

Baca Juga: Tujuh Fakta Dibalik Kasus Perampokan yang Tewaskan Gudang Rokok di Solo

Eksvakasi pertama tahun 2016 lalu, tim berhasil menemukan satu candi utama. Disana juga ditemukan sebuah yoni. Sedangkan eksvakasi kedua dilakukan pada pertengahan bulan Oktober lalu dan berhasil menemukan tiga candi perwara.

Menurut Sriyono, tokoh Hindu Desa Kragilan, Watu Nganten merupakan gapura atau pintu masuk komplek Candi Watugenuk. Letaknya segaris antara Candi Watugenuk, Watu Nganten dan Komplek Keraton Salembi.

Baca Juga: Bupati Klaten Luncurkan SAENAGA, Absensi Elektronik Bagi ASN

“Disebut Watu Nganten atau Batu Temanten karena jumlahnya dua atau sepasang,” katanya, Selasa (23/11).

Sayangnya, Keraton Salembi di Jurug, Kecamatan Mojosongo hanya tinggal ditemukan sisanya berupa sendhang atau pemandian. Keraton Salembi usianya semasa dengan Keraton Pengging lama yang juga beraliran Hindu.

Anto, warga Boyolali Kota berharap adanya perhatian terhadap situs yang telah ditemukan selama ini. Termasuk Candi Watugenuk dan Watu Nganten yang saling berkaitan. Tujuannya, agar masyarakat tahu sejarah masa lalu. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tingkatkan Layanan, RSUPA Boyolali Tambah Tiga Gedung

Senin, 17 Januari 2022 | 16:38 WIB
X