Suripto, Satpam yang Tewas Dalam Perampokan Gudang Rokok Terima Penghargaan

- Selasa, 23 November 2021 | 15:54 WIB
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyerahkan penghargaan kepada almarhum Suripto (33) yang disampaikan melalui istrinya, Herning Widasih (31) di Mapolresta Surakarta, Senin (22/11).  (SMSolo/Sri Hartanto)
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyerahkan penghargaan kepada almarhum Suripto (33) yang disampaikan melalui istrinya, Herning Widasih (31) di Mapolresta Surakarta, Senin (22/11). (SMSolo/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Satpam Gudang Distributor Rokok Camel di Jalan Brigjen Sudiarto, Joyotakan, Serengan, Suripto (33) yang tewas dihajar temannya sendiri, mendapat penghargaan dari Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Penyerahan penghargaan atas dedikasinya dalam menjalankan tugas untuk mengamankan aset perusahaan tempatnya bekerja dilaksanakan di Mapolresta Surakarta, Senin (22/11).

"Kami mengapresiasikan dan menyampaikan penghargaan kepada almarhum Suripto yang gugur saat menjalankan tugas untuk menjaga perusahaan tempatnya bekerja," jelas Kapolresta sembari menyerahkan penghargaan kepada alm Suripto yang diwakili istrinya, Ny Herning Widasih (31).

Baca Juga: Pabrik Kacang Dua Kelinci di Pati Terbakar

Momentum tersebut membuat Herning kembali bersedih hingga isak tangis tak terbendung. Mengingatkan suaminya yang tewas ditangan perampok yang notabene pelakunya teman kerja korban yang sudah dipecat dari perusahaan.

Penghargaan berupa piagam, sembako dan uang tunai. Penghargaan itu bentuk empati dan kepedulian kepada keluarga korban yang ditinggal pergi untuk selamanya oleh almarhum Suripto.

Untuk diketahui, kasus perampokan uang Rp 310 juta di Gudang Distributor Rokok Camel yang terjadi jalan Brigjen Sudiarto Joyotakan, Serengan, pada Senin (15/11) pagi, pelakunya tertangkap.

Baca Juga: Kasus Anak Gugat Ibu Kandung juga Terjadi di Boyolali

Pelaku berinisial RS MM alias S (21) ditangkap petugas Satreskrim Polresta Surakarta pada Jumat (19/11) di tempat tinggalnya di Sembukan, Sidoharjo, Wonogiri.

Pelaku tega membunuh korban karena dendam setelah pelaku dipecat dari perusahaan berdasar laporan korban yang indisipliner dalam bekerja yakni jarang masuk kerja, namun korban disuruh menggantikannya sebagai satpam.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Perlu Disiplinkan Masyarakat Patuhi Prokes

Kamis, 9 Desember 2021 | 05:42 WIB

Sisihkan Uang Belanja, DWP UNS Gelar Jumat Berbagi

Jumat, 26 November 2021 | 22:05 WIB
X