Soal Anak Gugat Ibu Kandung, Ini Kata MUI Boyolali

- Kamis, 25 November 2021 | 11:10 WIB
Sekretaris MUI Boyolali, Saiful Anwar. (SMSolo/dok)
Sekretaris MUI Boyolali, Saiful Anwar. (SMSolo/dok)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - MUI Boyolali turut menyayangkan terjadinya kasus anak menggugat ibu kandung di Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit.

Bagaimanapun orang tua terutama ibu harusnya dihormati bahkan dimuliakan.

"Kami menyayangkan terjadinya kasus tersebutm,” ujar Sekretaris MUI Boyolali, Saiful Anwar, Kamis (25/11).

Baca Juga: Warga Colomadu Karanganyar Ditemukan Tewas di Rumah dengan Luka Tusuk di Perut Samping Kiri

Menurutnya, jangankan sampai menggugat ke jalur hukum, berbicara pada orang tua dengan nada tinggi, kasar, keras saja, dalam Islam tak diperbolehkan.

"Jelas dalam Islam, tidak diperbolehkan kita berbicara kasar. Lha ini malah memperkarakan ibu kandungnya itu malah tidak karu-karuan."

Gugatan ke pengadilan terhadap ibu kandungnya merupakan perbuatan perlawanan terhadap orang tua. Padahal, jika terjadi perselisihan pendapat antara orang tua dengan anak, maka sebaiknya diselesaikan dengan musyawarah.

Baca Juga: Pengusaha Kuliner di Solo Cabuli Anak di Bawah Umur di Dalam BMW, Apa Istimewanya Mobil Ini, Busanya Empuk

Sebab, biar bagaimanapun permasalahan tersebut terjadi di dalam keluarga. Jika musyawarah menemui jalan buntu, bisa dilakukan mediasi dengan menunjuk perantara hakim. Hakim yang dimaksud bukan hakim di pengadilan.

“Namun pengertian hakim disini adalah orang yang bijaksana.”

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tiga Ruko di Cepogo Boyolali Dibobol Maling

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:36 WIB

Diduga Korsleting Listrik, BTS di Simo Boyolali Terbakar

Selasa, 30 November 2021 | 14:19 WIB
X