Klien Pemasyarakatan Sering Dapatkan Stigma Negatif di Masyarakat

- Kamis, 25 November 2021 | 23:05 WIB
Kegiatan bimbingan kelompok yang dilakukan di ruang Bimbingan Balai Pemasyarakatan Kelas IA Surakarta, pada Kamis (24/11). (SMSolo/dok)
Kegiatan bimbingan kelompok yang dilakukan di ruang Bimbingan Balai Pemasyarakatan Kelas IA Surakarta, pada Kamis (24/11). (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Klien pemasyarakatan sering mendapatkan stigma negatif dari masyarakat.

Stigma negatif cenderung muncul dari masyarakat terhadap klien pemasyarakatan dikarenakan mereka adalah orang yang bermasalah sehingga menjadi mantan narapidana.

"Tidak jarang pula akhirnya klien pemasyarakatan kembali lagi menjadi narapidana karena tidak mampu mengatasi stigma tersebut,” kata Suprapto, pembimbing Kemasyarakatan Pertama di Bapas Kelas I Surakarta.

Baca Juga: Ratusan Anggota Pemuda Pancasila Geruduk DPRD Solo, Tuntut Puan Maharani Sanksi Junimart Girsang

Dalam kondisi seperti inilah, kata dia, Bapas berperan sebagai pembimbing. Dalam pelaksanaannya, bimbingan dilakukan dengan dua cara. Yaitu bimbingan kepribadian dan bimbingan kemandirian.

Bimbingan kemandirian adalah pemberian keterampilan terhadap klien pemasyarakatan agar dapat mandiri setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan.

"Bimbingan kemandirian biasanya berupa kursus, kerajinan, peternakan, IT dan lain-lain. Tujuannya untuk meningkatkan ketrampilan klien pemasyarakatan yang dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan."

Baca Juga: Puluhan Personel Humas Polda Jateng Ikuti Pelatihan Intelijen Media

Sedangkan bimbingan kepribadian adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas kepribadian klien pemasyarakatan.

Biasanya berupa peningkatan ketakwaan kepada Tuhan, kesadaran berbangsa dan bernegara, peningkatan intelektual, peningkatan sikap dan perilaku, peningkatan kesehatan jasmani dan peningkatan kesadaran hukum.

“Bimbingan kepribadian dapat diberikan baik individu maupun kelompok. Untuk kelompok tujuannya berbagi pengalaman dan wawasan antar klien pemasyarakatan,” terang Suprapto. **

Halaman:
1
2

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kajari Surakarta Bidik Para Pelaku Kasus Mafia Tanah

Senin, 24 Januari 2022 | 18:21 WIB

Mengintip Wajah Baru dan Geliat Pasar Legi Solo

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:54 WIB

Ini Kesan Para Kolega Putut Gunawan

Minggu, 23 Januari 2022 | 14:12 WIB

Luapan Kali Jenes Rendam Permukiman Warga di Solo

Jumat, 21 Januari 2022 | 22:41 WIB

TNI Rehab 43 RTLH dan Perbaiki 5 MCK Umum di Solo

Jumat, 21 Januari 2022 | 16:07 WIB

Solo Butuh Tambahan Vaksin Booster 70 Ribu Dosis

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:52 WIB
X