Alhamdulillah, 4.050 GTT-PTT di Klaten Terima Dana Kesejahteraan Total Rp 15 Miliar

- Jumat, 26 November 2021 | 15:39 WIB
Bupati Sri Mulyani menyerahkan tunjangan kesejahteraan kepada perwakilan GTT/PTT di Pendapa Pemkab Klaten, Jumat (26/11/21). (SMSolo/Mera S)
Bupati Sri Mulyani menyerahkan tunjangan kesejahteraan kepada perwakilan GTT/PTT di Pendapa Pemkab Klaten, Jumat (26/11/21). (SMSolo/Mera S)

KLATEN, suaramerdeka-solo.comPemkab Klaten menyerahkan dana kesejahteraan untuk 4.050 Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kategori 2 (K2) dan Non Kategori 2 (Non K2) senilai Rp 15,319 miliar lebih.

Penyerahan dilakukan Bupati Sri Mulyani didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Yunanta dan Kepala BPKP Surti Hartini, di Pendapa Pemkab Klaten, Jumat (26/11/21). Hanya perwakilan GTT/PTT penerima saja yang hadir.

"Hari ini, diserahkan dan kesejahteraan senilai Rp 15 milair lebih bersumber dari APBD perubahan untuk 4050 orang GTT/PTT di Klaten. Total dana kesejahteraan GTT/PTT tahun 2021 mencapai Rp 34 miliar," kata Bupati Sri Mulyani.

Baca Juga: Versi Rudy Mantan Walikota Solo, Sengketa Tanah Sriwedari Sudah

Anggaran tersebut sudah dianggarkan di APBD murni, namun sempat terkena refocusing, sehingga anggarannya dipulihkan kembali di APBD Perubahan. Dana tersebut, merupakan wujud rasa terima kasih Pemkab Klaten pada pengabdian GTT/PTT selama ini.

"Semoga ke depan lebih banyak GTT/PTT yang lolos seleksi CPNS atau P3K, kuota untuk Klaten selalu saya diperjuangkan bersama Kepala BPKD, itu tugas saya. Saya minta, GTT/PTT juga aktif, agar 4.050 bisa meningkat kesejahteraannya," ujar Sri Mulyani.

Baca Juga: Ratusan Anggota Pemuda Pancasila Sukoharjo Aksi di DPRD Tuntut Junimart Girsang Minta Maaf

Untuk GTT/PTT yang lolos P3K, tahun ini masih diberikan tunjangan, namun tahun depan sudah tidak lagi. Tahun depan, Pemkab Klaten akan tetap menganggarkan dana kesejahteraan GTT/PTT, namun realisasinya sesuai jumlah yang ada.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Yunanta mengatakan GTT/PTT penerima dana kesejahteraan adalah yang sudah masuk Dapodik, besarannya tiap orang tidak sama karena disesuaikan dengan masa pengabdian.

Baca Juga: Kasus Anak Gugat Ibu Kandung, Hakim Mengimbau Penggugat dan Tergugat Tempuh Jalan Damai

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Purna Tugas, 38 Personel Polres Klaten Diarak Becak

Senin, 17 Januari 2022 | 13:51 WIB
X