18 Tahun Jadi Guru Honorer, Awalnya Hanya Mendapat Honor Rp 50.000

- Jumat, 26 November 2021 | 18:46 WIB
Krisnowati (SMSolo/Merawati Sunantri)
Krisnowati (SMSolo/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com - Meski honornya kecil, Krisnowati (52) warga Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Klaten tetap bersemangat dan ikhlas menekuni profesi sebagai guru honorer di SD Jeblog, Karanganom, Klaten.

Setelah mengabdi sebagai guru honorer selama 18 tahun, pada 2021 dia akhirnya lolos seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2021. Kebahagiaan sungguh luar biasa, dia rasakan.

Baca Juga: Digitalisasi Transaksi Pasar Tradisional di Solo Raih Rekor MURI

‘’Alhamdulillah, saya lolos P3K tahap 1, kalau Allah sudah berkehendak maka akan terjadi juga,’’ kata wanita yang pernah dua kali gagal seleksi CPNS usai menerima dana kesejahteraan GTT/PTT dari Pemkab Klaten, Jumat (26/11/2021).

GTT Katagori 2 itu merasa sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan Bupati Sri Mulyani, karena sejak 4 tahun terakhir, GTT/PTT mendapatkan dana kesejahteraan yang tiap tahun jumlahnya meningkat.

Baca Juga: Mau Rokok Ilegal? Ini Sanksi Bagi Penjual, Pengedar dan Pemakainya

‘’Saya itu lulusan SPG karena dari awal memang pengen jadi guru. Honor berapa pun diterima dengan ikhlas, nyatanya bisa bertahan sampai 18 tahun. Dulu, tahun 2003-2004, honornya Rp 50.000, ada dana kesejahteraan sangat bersyukur,’’ ujar dia.

Karena sudah lolos P3K, tahun depan dia sudah tidak lagi menerima dana kesejahteraan bagi GTT/PTT Katagori 2 dan Non K2.

Wanita yang tak punya pekerjaan sampingan selain mengajar itu berharap, bisa tetap mengajar di SD yang sama.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Purna Tugas, 38 Personel Polres Klaten Diarak Becak

Senin, 17 Januari 2022 | 13:51 WIB
X