Beda dari Keraton, Suksesi di Pura Mangkunegaran Tak Menganut Keturunan Langsung

- Jumat, 26 November 2021 | 20:33 WIB
Dua pembicara, Prof Dr Andrik Purwasito (kiri) dan Raden Surojo (kanan) yang dimoderatori Anas Syahirul (tengah) membahas suksesi Raja Pura Mangkunegaran dalam diskusi publik di Hotel Sahid Jaya, Jumat (26/11/2021).   (SMSolo/Sri Hartanto)
Dua pembicara, Prof Dr Andrik Purwasito (kiri) dan Raden Surojo (kanan) yang dimoderatori Anas Syahirul (tengah) membahas suksesi Raja Pura Mangkunegaran dalam diskusi publik di Hotel Sahid Jaya, Jumat (26/11/2021). (SMSolo/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Pengamat sejarah, Raden Surojo menyebut, sejarah suksesi di Pura Mangkunegaran berbeda dengan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Di keraton, calon pengganti raja harus sesuai garis keturunan langsung dari raja. Sedang di Pura Mangkunegaran tidak menganut pola keturunan secara langsung.

"Suksesi di Mangkunegaran berdasar realita. Yakni pola situasional. Bukan karena keturunan, bukan seperti Keraton Surakarta dengan pola garis (keturunan) langsung," terang dia dalam diskusi 'Menyoal Suksesi di Pura Mangkunegaran. Wahyu Keprabon untuk Siapa?, di Hotel Sahid Jaya, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga: Soal Raja Baru Pura Mangkunegaran, Tradisi Mataram Memihak GPH Bhre Cakrahutomo

"Yang penting tidak meninggalkan tradisi keturunan Adipati Mangkunegara. Bisa putra, ponakan dan adik, atau cucu. Dewan Pinisipuh dan Punggawa Baku punya hak untuk memilihnya. Paling tidak memberi penilaian kapabilitas calon yang layak menjadi Raja Mangkunegara X," jelasnya.

Sepeninggal Mangkunegara IX, beberapa waktu lalu, ada tiga kandidat yang muncul.

Mereka adalah putra KGPAA Mangkunegara IX, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, serta cucu Raja Mangkunegara VIII yakni KRMH Roy Rahajasa Yamin.

Raden Surojo mencontohkan, saat pergantian atau suksesi Raja Mangkunegara I ke Mangkunegara II, bukan langsung putra raja.

Baca Juga: 100 Hari Wafatnya Mangkunegara IX: Raja Baru Pura Mangkunegaran Tunggu Pembicaraan Keluarga Inti

Paling mencolok adalah saat suksesi Mangkunegara V ke Mangkunegara VI.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

TNI Rehab 43 RTLH dan Perbaiki 5 MCK Umum di Solo

Jumat, 21 Januari 2022 | 16:07 WIB

Solo Butuh Tambahan Vaksin Booster 70 Ribu Dosis

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:52 WIB

Alumni Bintara ZED-STP Berbagi Paket Sembako

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:48 WIB

Kakorlantas Polri Temui Gibran di Solo. Ada Apa?

Kamis, 13 Januari 2022 | 20:36 WIB

Cegah Napi Pesta Narkoba, Rutan Gandeng BNNK Surakarta

Selasa, 11 Januari 2022 | 17:48 WIB

Jukir di Solo Dukung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024

Senin, 10 Januari 2022 | 05:30 WIB
X