Kampanye Gempur Rokok Ilegal Lewat Pentas Seni Budaya Virtual

- Sabtu, 27 November 2021 | 09:42 WIB
Pentas Campursari dan wayang kulit virtual yang digelar Dinas Kominfo disisipi pesan kampanye anti rokok ilegal.  (SMSolo/dok)
Pentas Campursari dan wayang kulit virtual yang digelar Dinas Kominfo disisipi pesan kampanye anti rokok ilegal. (SMSolo/dok)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com - Kampanye bertajuk ‘’Gempur Rokok Illegal’’ digelar Pemkab Klaten.

Anggaran kampanye bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 dilakukan dengan berbagai cara.

Mulai memasang baliho dan spanduk di berbagai lokasi strategis, sampai di media cetak dan elektronik.

Baru-baru ini, kampanye yang digelar Dinas Kominfo Klaten menggunakan pertunjukkan seni budaya, wayang kulit dan kesenian campur sari.

Baca Juga: Sejak Didatangi Tim Gabungan, Sejumlah Pedagang di Klaten Tak Berani Jual Rokok Ilegal

Harapannya, pesan bisa disampaikan kepada penikmat seni dan masyarakat luas.

Kepala Dinas Kominfo Klaten, Amin Mustofa mengatakan, sosialisasi bertujuan agar masyarakat dan pedagang hanya jual rokok legal, serta bahaya mengkonsumsi dan menjual rokok illegal karena kualitasnya tidak jelas.

‘’Rokok legal membayar cukai yang menjadi penghasilan negara, sedangkan rokok illegal tidak membayar cukai. Bagi yang memproduksi, menjual dan mengedarkan rokok ilegal pun ada sanksinya,’’ kata Amin Mustofa, Jumat (27/11/2021).

Kampanye melalui pertunjukkan seni dan budaya dipilih karena banyak pemirsanya.

Baca Juga: Mau Rokok Ilegal? Ini Sanksi Bagi Penjual, Pengedar dan Pemakainya

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Purna Tugas, 38 Personel Polres Klaten Diarak Becak

Senin, 17 Januari 2022 | 13:51 WIB
X