Jalur Evakuasi Merapi Rusak Parah, Protes Tak Ditanggapi Warga Sidorejo Keluar dari Semua Grup WA Klaten

- Sabtu, 27 November 2021 | 11:00 WIB
Jalur evakuasi di Deles, Kemalang Klaten rusak parah akibat dilalui truk muatan pasir. (SMSolo/dok)
Jalur evakuasi di Deles, Kemalang Klaten rusak parah akibat dilalui truk muatan pasir. (SMSolo/dok)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Warga Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten memutuskan untuk keluar dari semua grup Whatsapp yang memakai nama Klaten.

Langkah itu ditempuh setelah merasa aspirasinya tidak ditanggapi. Kamis (25/11/21), warga Sidorejo menggeruduk DPRD Klaten.

Mereka menyampaikan aspirasi terkait rusaknya jalur evakuasi yang sangat parah. Jalur sepanjang 8 km itu rusak berat akibat dilewati truk pasir kelebihan muatan setiap hari.

Baca Juga: Siswa Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Solo Bertambah Dua Orang. Total jadi 9 Siswa

Bagi warga Merapi, jalur evakuasi sangat penting karena bila sewaktu-waktu Gunung Merapi Meletus dan warga harus turun mengungsi.

Bila jalan itu rusak parah, maka akan sangat berbahaya bila mengungsi di waktu malam.

Upaya menyampaikan aspirasi sudah dilakukan dengan berbagai cara, namun tak ada hasil. Karena merasa tak ditanggapi, mereka memutuskan untuk keluar dari semua grup WA, Jumat (26/11/21).

Baca Juga: Sang Ibu Meninggal, Bayi Kembar di Wonogiri Tak Dapat Donor ASI

"Saya dan teman-teman merasa perjuangan kami sampai dengan audensi dengan DPRD tak membuahkan hasil. Usul tidak ada dukungannya, jadi kami sepakat keluar dari semua grup, mungkin kami bukan bagian dari Klaten,’’ kata Sukiman, warga Sidorejo.

Warga membandingkan dengan anggaran besar untuk membangun pagar dan fasilitas Gedung pertemuan Grha Megawati yang mencapai Rp 19 miliar. Namun anggaran jalur evakuasi hanya dianggarkan Rp 5 miliar.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Purna Tugas, 38 Personel Polres Klaten Diarak Becak

Senin, 17 Januari 2022 | 13:51 WIB
X