Geram Terhadap Prostitusi, Warga Bolon Pasang Baliho Penolakan

- Rabu, 1 Desember 2021 | 18:04 WIB
Warga Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Karanganyar memasang baliho penolakan prostitusi di wilayahnya, Selasa (30/11/2021) malam.  (SMSolo/dok)
Warga Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Karanganyar memasang baliho penolakan prostitusi di wilayahnya, Selasa (30/11/2021) malam. (SMSolo/dok)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Warga Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, geram dengan praktik prostitusi yang terjadi di wilayahnya.

Selasa (30/11/2021) malam, mereka menggelar aksi memasang baliho penolakan keberadaan prostitusi dan mengusir pekerja seks komersial atau PSK.

Sejumlah PSK biasa mangkal di tepi jalan raya sisi selatan wilayah Desa Bolon, yang berbatasan dengan Desa Ngasem.

Baca Juga: Tabrak Tembok, Dua Pengendara Motor Tewas. Diduga Dalam Kondisi Mabuk

Warga juga berpatroli di kawasan tersebut, untuk mengantisipasi PSK mangkal kembali.

Biasanya, wanita penjaja seks itu mangkal saat dinihari.

Perwakilan Remaja Masjid se-Desa Bolon Tio Iman mengatakan, para PSK itu biasa mangkal di kawasan Bolon lebih dari setahun terakhir.

"Di lokasi mereka mangkal, sering disinggahi sopir-sopir truk. Pada 24 November 2021 lalu, kami sudah melakukan aksi pasang spanduk penolakan prostitusi. Sekarang kami pasang baliho," kata Tio.

Baca Juga: Polisi Masih Kembangkan Penyelidikan Penyebab Kematian Parmin, Warga Colomadu

Menurutnya, keberadaan PSK itu membuat warga resah.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

103 Keluarga Korban Bencana Alam Terima Santunan

Kamis, 6 Januari 2022 | 17:10 WIB
X