Pipa Induk Bebeng Putus Diterjang Lahar Dingin Merapi, 12.000 Warga di Empat Desa Kesulitan Air Bersih

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 05:54 WIB
Warga Lereng Merapi bersama aparat melakukan pengecekan pipa induk di Kali Bebeng.  (SMSolo/dok)
Warga Lereng Merapi bersama aparat melakukan pengecekan pipa induk di Kali Bebeng. (SMSolo/dok)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Banjir lahar dingin dari puncak Gunung Merapi di Kali Bebeng menyebabkan pipa induk sepanjang 400 meter putus dan terbawa arus banjir.

Akibatnya, warga empat desa di lereng Merapi kesulitan air bersih.

Pipa induk yang mengalirkan air dari Sumber Bebeng ke bak penampungan di Klangon rusak.

Baca Juga: Terjadi Guguran di Merapi, Sebagian Wilayah Boyolali Diguyur Hujan Abu

Padahal air dari sumber Bebeng merupakan sumber air utama bagi warga di empat desa dengan penduduk sekitar 12.000 jiwa.

Empat desa tersebut adalah Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, serta Desa Balerante, Panggang dan Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Klaten.

Menurut Jainu, perangkat Desa Balerante, putusnya pipa induk tersebut disebebkan hujan deras yang terjadi di puncak Merapi pada Rabu, 1 Desember 2021 antara pukul 12.30 - 16.00 WIB.

Baca Juga: Inilah Tata Rias Pengantin Khas Boyolali Wahyu Merapi Pacul Goweng  

‘’Derasnya hujan mengakibatkan banjir lahar hujan di beberapa sungai yang berhulu di puncak Merapi, termasuk Kali Bebeng yang didasarnya terdapat sumber air. Akibatnya, pipa induk sepanjang 400 meter rusak dan terbawa arus,’’ kata Jainu.

Sejak kemarin, tidak ada aliran air bersih bagi warga empat desa.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Purna Tugas, 38 Personel Polres Klaten Diarak Becak

Senin, 17 Januari 2022 | 13:51 WIB
X