Rekontruksi Kasus Pembuangan Bayi di Nguter, Tersangka Mengaku Malu karena Hasil Hubungan Gelap

- Rabu, 8 Desember 2021 | 14:30 WIB
Anggota Satreskrim Polres Sukoharjo gelar rekontruksi kasus pembuangan bayi di Desa Pondok, kecamatan Nguter, Rabu (8/12). (SMSolo/dok)
Anggota Satreskrim Polres Sukoharjo gelar rekontruksi kasus pembuangan bayi di Desa Pondok, kecamatan Nguter, Rabu (8/12). (SMSolo/dok)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com – Satreskirm Polres Sukoharjo merekontruksi kasus bayi baru lahir dibekap mulutnya hingga meninggal dan dibuang ibu kandungnya di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Rabu (8/12).

Dalam rekontruksi yang menghadirkan E selaku tersangka itu, diperagakan 23 adegan.

Dalam rekontruksi terungkap, E yang merupakan ibu kandung bayi tersebut, terlebih dulu membekap mulut bayi yang baru saja lahir menggunakan telapak tangannya.

Baca Juga: Lapor Inspektorat, Oknum Camat yang Terjaring Razia di Kamar Hotel Berdalih Ambil Obat Sakit Jantung

Tujuannya agar tangisannya tidak terdengar oleh orangtua dan tetangganya. Namun bekapan di mulut itu menyebabkan, bayi laki-laki tersebut meninggal.

Setelah itu, E bermaksud menguburkan bayi itu di belakang rumah. Tetapi karena fisiknya masih lemah, dia hanya meninggalkan bayi di dalam kardus itu di kebun.

Baca Juga: Kunjungi Dukuh Kerjo, Desa Kedungsono, Bupati-Wakil Bupati Sukoharjo 'Ditodong' Akses Jalan

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menjelaskan, rekonstruksi berlangsung di tempat kejadian perkara (TKP) Desa Pondok, Kecamatan Nguter. Terdapat 23 adegan yang diperagakan oleh pelaku dan sejumlah saksi.

"Jadi wajah bayi tersebut ditutup sebab pelaku takut ketahuan seseorang, karena pada saat itu bayi menangis,” ungkap Kapolres.

Baca Juga: 3 Truk Logistik Diberangkatkan ke Lumajang. Pengumpulan Bantuan Diinisiasi Kodim 0727 Karanganyar

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dari 150 Desa 19 Desa di Sukoharjo Belum Punya BUMDes

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:59 WIB

Warga Kurang Mampu di Sukoharjo Kembali Dapat Bantuan

Senin, 17 Januari 2022 | 15:05 WIB

Gropyokan Tikus, Pemdes Pranan Berikan Bonus

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:46 WIB
X