Pemerintah Perlu Disiplinkan Masyarakat Patuhi Prokes

- Kamis, 9 Desember 2021 | 05:42 WIB
Dokter Tonang Dwi Ardyanto.  (SMSolo/dok)
Dokter Tonang Dwi Ardyanto. (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Selama pandemi Covid-19 melanda dunia, Indonesia sudah terkena dua kali gelombang penyebaran/penularan.

Hal ini membuat jumlah pasien Covid-19, termasuk angka kematian melonjak drastis.

Jubir Satgas Covid-19 RS UNS dokter Tonang Dwi Ardyanto mengemukakan, ada dua hal yang dapat terjadi ketika gelombang Covid-19 kembali melanda.

Baca Juga: Begini Cara Alumni STSI/ISI Surakarta Wujudkan Eksistensi di Era Pandemi

Pertama, walau penyebaran Covid-19 terjaga, tapi bisa saja jumlah kasusnya tinggi.

Hal itu terjadi dengan catatan orang yang terkonfirmasi Covid-19 tetap terisolasi dan pasien berat mendapat perawatan.

Kemungkinan kedua, mulai terjadi lonjakan, penyebaran tidak tertahan hingga tidak terkendali.

Baca Juga: Hari Guru, Ambil Hikmah Pandemi untuk Bangkit Kembali

Semakin banyak warga terinfeksi, semakin tinggi kasusnya, semakin banyak yang meninggal.

Kemudian setelah begitu banyak yang terinfeksi, kasus menurun karena virus tidak lagi menemukan tempat berkembang biak yang baru.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Solo Butuh Tambahan Vaksin Booster 70 Ribu Dosis

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:52 WIB

Alumni Bintara ZED-STP Berbagi Paket Sembako

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:48 WIB

Kakorlantas Polri Temui Gibran di Solo. Ada Apa?

Kamis, 13 Januari 2022 | 20:36 WIB

Cegah Napi Pesta Narkoba, Rutan Gandeng BNNK Surakarta

Selasa, 11 Januari 2022 | 17:48 WIB

Jukir di Solo Dukung Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024

Senin, 10 Januari 2022 | 05:30 WIB

Perawatan Gagal Jantung Jadi Unggulan RS UNS

Sabtu, 8 Januari 2022 | 14:30 WIB
X