Cerita Relawan Tawon di Klaten, Tanpa Pelindung Diri Sering Terkena Sengatan Tawon Vespa Affinis

- Senin, 13 Desember 2021 | 20:05 WIB
Sarang tawon Vespa Affinis yang dievakuasi di Sembung, Wedi.(SMSolo/Mera S))
Sarang tawon Vespa Affinis yang dievakuasi di Sembung, Wedi.(SMSolo/Mera S))

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Ancaman tawon Vespa Affinis masih mengintai warga Klaten. Karena itulah, para relawan sering mendapatkan "job" mengevakuasi sarang tawon.

Seperti yang dilakukan relawan tawon di Klaten pada Sabtu (11/12/21) malam lalu. Relawan melakukan evakuasi di dua lokasi. Yakni di Dukuh Gumuh, Desa Sembung, dan Dukuh Sembung, Desa Sembung, Kecamatan Wedi.

Sebanyak 9 relawan bergerak menuju lokasi sekitar pukul 20.00 WIB, mereka membawa peralatan seadanya. Hanya senter kecil, semprotan bensin, tisu untuk menyumbat lubang sarang tawon dan sabit.

Baca Juga: Polres Karanganyar Berangkatkan Dua Truk Bantuan Logistik bagi Korban Erupsi Gunung Semeru

Mereka tak punya perlengkapan keselamatan seperti sarung tangan karet, atau baju anti sengatan. Akibatnya, tak jarang relawan jadi korban sengatan tawon-tawon yang marah karena sarangnya diganggu.

"Kalau ada sarung tangan karet, minimal bisa mencegah tangan tersengat. Tapi sarung tangan juga paling bisa dipakai 5-6 kali saja, setelah itu harus ganti. Tapi selama ini, kami pakai tangan kosong," kata Sarno, koordinator relawan tawon di Klaten.

Di Sembung, mereka harus mengevakuasi sarang tawon yang pas di kabel listrik PLN, sehingga harus ekstra hati-hati.

Baca Juga: Polrestabes Semarang Gagalkan Penyelundupan 8,4 kg Sabu. Diduga akan Diedarkan di Jawa Tengah

Untuk menyingkirkan sarang pun tak bisa menggunakan sabit. Mereka harus mencari bilah bambu agar tak tersengat listrik.

Pertama, relawan menyumbat lubang sarang dengan tisu, kemudian sarang disemprot dengan bensin. Setelah itu, akan terdengar suara gemuruh dalam sarang, beberapa saat kemudian tawon-tawon akan pingsan. Saat itulah dilakukan evakuasi.

"Evakuasi harus cepat, kalau tawonnya ganas lagi bisa menyengat. Setelah sarang dilepas dari atap, dimasukkan karung dan dibawa turun. Setelah itu, sarang dibakar agar tawonnya tidak lepas dan membuat sarang baru," ujar pria yang akrab disapa Mbah Sarno itu.

Baca Juga: Pelaku Perampokan Toko Star Pet Shop Buron, Polisi Berhasil Sita Sepeda Motor yang Dipakai Pelaku

Karena tak pakai pelindung diri, tak jarang mereka tersengat hingga bengkak dan tak bisa tidur karena badan panas dingin.

Bila terkena sengatan dalam jumlah banyak, nyawa relawan bisa terancam. Sejauh ini, sudah cukup banyak korban jatuh terkena sengatan tawon bersabuk kuning itu.

Karenanya, para relawan sebenarnya berharap ada kepedulian pemerintah. Minimal membelikan pelindung diri agar relawan tidak celaka.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puluhan Karyawan Alfamart Klaten Ikuti Donor Darah

Selasa, 14 Maret 2023 | 11:15 WIB
X