Faktor Cuaca dan Pekerja Kena Covid-19, Penyebab Molornya Penyelesaian Pembangunan Masjid Agung Karanganyar

- Rabu, 22 Desember 2021 | 06:05 WIB
Pembangunan Masjid Agung Karanganyar masih berlangsung hingga kini.  (SMSolo/Irfan Salafudin)
Pembangunan Masjid Agung Karanganyar masih berlangsung hingga kini. (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Molornya penyelesaian pembangunan Masjid Agung Karanganyar, tak lepas dari kondisi cuaca yang kurang bersahabat, serta adanya pekerja yang terkena Covid-19 sehingga harus beristirahat.

Site Manager PT MAM Energindo Hani Zaim selaku kontraktor pelaksana pembangunan Masjid Agung Karanganyar mengungkapkan, hujan yang curahnya cukup tinggi beberapa waktu terakhir, menyebabkan penyelesaian pekerjaan tertunda.

"Faktor cuaca, terutama hujan, sangat berpengaruh," katanya.

Baca Juga: Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisri Studi Banding di Desa Ngidam Muncar

Sedangkan terkait pandemi Covid-19, menurutnya, ada cukup banyak pekerja yang terkena penyakit tersebut sehingga harus beristirahat. Otomatis, jumlah tenaga kerja di lapangan berkurang, sehingga mempengaruhi penyelesaian pekerjaan.

"Saya sendiri juga kena dan hampir sebulan dirawat di rumah sakit," tutur Hani.

Meski demikian, selaku kontraktor, PT MAM Energindo berusaha menyelesaikan pekerjaan hingga batas akhir yang ditentukan.

Baca Juga: Fakultas Geografi UMS Selenggarakan ICGDM

Sekadar tahu, deadline penyelesaian pekerjaan adalah 17 Desember 2021. Namun Pemkab Karanganyar kemudian memberikan perpanjangan kontrak hingga 27 Desember 2021 dan mengenakan denda 1/1000 dari nilai kontrak pada kontraktor, karena keterlambatan penyelesaian.

"Pekerjaan besar yang belum selesai tinggal penyelesaian menara pandang, pemasangan payung dan lift. Barangnya sudah on site, tinggal dipasang. Misalnya dari tiga lift, dua sudah terpasang dan satunya dalam proses. Kami optimistis, pekerjaan bisa selesai," imbuhnya.**

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Baru Keluar dari Garasi, Brio Nyungsep ke Sungai

Kamis, 28 Juli 2022 | 20:25 WIB

Obat-obatan Senilai Rp983 Juta Kedaluwarsa

Kamis, 28 Juli 2022 | 19:52 WIB
X