Gropyokan Tikus, Pemdes Pranan Berikan Bonus

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:46 WIB
Siswa-siswa di Desa Pranan terlibat dalam gropyokan tikus. (SMSolo/dok)
Siswa-siswa di Desa Pranan terlibat dalam gropyokan tikus. (SMSolo/dok)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Pemerintah Desa Pranan Kecamatan Polokarto, Sukoharjo bersama dengan petani melakukan gropyokan tikus di lahan pertanian.

Gropyokan tikus tidak hanya melibatkan petani, perangkat desa, PPL, relawan destana, linmas, Tni-Polri, tetapi juga melibatkan anak-anak sekolah. Mulai dari anak TK hingga SD.

Kepala Desa Pranan, Jigong Sarjanto mengatakan, bagi kelompok yang mendapatkan tikus terbanyak kami berikan hadiah.

Baca Juga: Desa Celep Sragen Gunakan Dana Desa untuk Pengadaan Burung Hantu Pemburu Tikus

"Yang dapatnya tikus paling banyak kami beri Rp 500 ribu, terbanyak kedua, Rp 300 ribu dan ketiga Rp 200 ribu," jelas Jigong.

Hal itu dilakukan untuk memberikan semangat bagi peserta dalam memburu tikus. Sebab hewan pengerat tersebut selama ini menjadi momok petani.

"Untuk gropyokan kali ini dilakukan di lahan seluas 135 hektar. Kepala Dinas Pertanian juga terlibat," ujarnya.

Baca Juga: 3 Warga Layangkan Somasi ke Pemerintah Desa Berjo, Ngargoyoso

Pihaknya berharap dengan semakin seringnya kegiatan semacam itu, hama tikus yang selama ini mengganggu petani bisa berkurang. Gropyokan tikus sendiri dipilih karena lebih ramah lingkungan.

Sebab jika menggunakan jebakan tikus yang dialiri listrik, dampaknya sangat berbahaya. Terlebih sudah banyak korban berjatuhan akibat kesetrum jebakan listrik di sawah.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jembatan Mojo Ditutup, Ini Dampaknya bagi Pelaku UKM

Kamis, 22 September 2022 | 11:27 WIB

Data Pegawai Pemkab Sukoharjo Dibobol Hacker

Sabtu, 10 September 2022 | 10:27 WIB

Tanah Bengkok Desa di Sukoharjo Beralih Nama. Kok Bisa?

Sabtu, 10 September 2022 | 07:09 WIB
X