Perusahaan Korea Jadi Korban Mafia Tanah, Polisi Tangkap 2 Tersangka

- Rabu, 19 Januari 2022 | 08:22 WIB
Iptu Eko Pujiyanto mewakili Kasat Reskrim Polres Klaten memaparkan kasus mafia tanah pada gelar perkara di Mapolres Klaten.  (SMSolo/Merawati)
Iptu Eko Pujiyanto mewakili Kasat Reskrim Polres Klaten memaparkan kasus mafia tanah pada gelar perkara di Mapolres Klaten. (SMSolo/Merawati)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – PT Majuel, sebuah perusahaan garmen asal Korea menjadi korban mafia tanah, saat mencari lahan untuk pabrik di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten.

Akibatnya, perusahaan rugi Rp 2 miliar lebih.

Dari hasil penyidikan, Sat Reskrim Polres Klaten menetapkan dua orang tersangka, yakni Eko Prayitno atau EP (52) dan Sahliyatul Khoiriyah atau SK (55).

Keduanya warga Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Baca Juga: Komplotan Pelaku Penipuan Bermodus Bayar dengan Cek Kosong Digulung Polres Sukoharjo

‘’Dua tersangka mafia tahan diancam pasal 378 KUHP atau 372 KUHP jo pasal 55 ayat (1) dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun penjara,’’ kata Iptu Eko Pujiyanto mewakili Kasat Reskrim Polres Klaten.

Kejadian berawal pada Januari 2017. Saat itu, PT Majuel mencari tanah di Klaten untuk pengembangan pabrik garmennya dengan meminta bantuan tersangka EP.

EP memberitahu ada tanah seluas 325.661 m2 (blok 1 - 5) di Troketon, Pedan.

Mr Hwang, seorang warga Korea lakukan cek lokasi, setelah cocok disepakati harga Rp 325.000 per persegi.

Baca Juga: Sindikat Penipuan Antarprovinsi Bermodus Penggandaan ATM Dibekuk Resmob Polres Klaten

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X