Fenomena Multilingual di Media Sosial, Begini kata Pakar Linguistik UNS

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 08:45 WIB
Fenomena Multilingual di Medsos. (SMSolo/tangkapan layar)
Fenomena Multilingual di Medsos. (SMSolo/tangkapan layar)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan penggunaan trilingual atau multilingual dalam beberapa unggahan.

Hal ini bermula saat ada unggahan viral sebuah paragraf yang ditulis menggunakan beberapa bahasa sekaligus. Warganet kemudian bereaksi dengan membuat unggahan yang sama dengan bahasa yang berbeda.

Bahkan Instagram resmi @bipakemdikbud pun tidak ketinggalan tren dengan membuat paragraf yang mencampur beberapa bahasa yakni bahasa Indonesia, bahasa Sunda, bahasa Inggris, dan bahasa Korea.

Baca Juga: Kartasura dan Grogol Sukoharjo juga Dilanda Banjir

Pakar bahasa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum menanggapi fenomena bahasa ini. Menurut Dr. Rohmadi, fenomena ini dapat ditilik dari linguistik fungsional yang berdimensi pada triadik yakni bentuk, fungsi, dan konteks.

Konteks memegang peranan penting dalam penggunaan multilingual atau multibahasa pada kehidupan sehari-hari. Tuturan tersebut pun memiliki maksud tersirat khusus.

“Di situ pasti ada implikatur tersendiri. Implikaturnya apa yakni maksud tersiratya apa, " kata pengajar Fakultas Ilmu Budaya ini.

Baca Juga: Proliga 2022: Wow, Mengejutkan. Sukun Badak Tumbangkan Pertamina Pertamax

Yang pertama, menurut Rohmadi, ada yang menggunakan multibahasa sebagai pembeda dirinya dengan orang lain. Ada yang menggunakan multibahasa untuk menjaga reputasi bahwa dia menguasai banyak bahasa.

Ada juga yang bertujuan menarik pembaca atau penonton dan juga ada yang bertujuan sebagai daya persuasif. Ini masing-masing terintegrasi dalam fungsi kebahasaan.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belasan Anggota dan Ketua Rayon PSHT Ditangkap

Selasa, 24 Mei 2022 | 13:51 WIB
X