Banjir di Banyudono, Boyolali Surut, Warga Berharap Saluran Air Dikeruk

- Senin, 24 Januari 2022 | 11:58 WIB
Banjir di kawasan Dukuh Gatak, Desa/Kecamatan Banyudono sudah surut dan jalan pun bisa kembali dilalui kendaraan. (SMSolo/Joko Murdowo)
Banjir di kawasan Dukuh Gatak, Desa/Kecamatan Banyudono sudah surut dan jalan pun bisa kembali dilalui kendaraan. (SMSolo/Joko Murdowo)

 

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Banjir yang menggenangi wilayah Dukuh Gatak, Desa/Kecamatan Banyudono sudah surut. Namun warga masih was- was.

Mereka khawatir bakal terjadi banjir lagi karena curah hujan masih tinggi.
Banjir sendiri mulai surut pada Minggu (23/1) pukul 23.00 WIB.

Warga pun dapat segera kembali ke rumah ataupun ruko miliknya. Namun demikian, mereka tidak bisa tidur pulas karena was- was ada banjir susulan. Tetapi hingga pagi hari kekhawatiran masyarakat itu tidak terjadi.

Baca Juga: Galang Dukungan Kampus, PIDI Kunjungi UNS

"Kami berharap tidak terjadi banjir lagi. Untuk itu, warga mengusulan ada pengerukan saluran pembuangan air dari wilayah Desa Ketaon. Sehingga air tidak meluap ke pemukiman kami,” ujar Ketua RT 01 RW 01, Dukuh Gatak, Desa/Kecamatan Banyudono, Suparman.

Dari pantauan, Senin (24/1) pagi, warga sudah mulai membersihkan rumah dan ruko miliknya.

Sebagian mengepel lantai dan sebagian lagi mencuci kursi dan kemudian menjemurnya di depan rumah. Warga juga ada yang menjemur kardus yang basah terendam banjir.

Baca Juga: Penyataan Edy Mulyadi Pantik Reaksi Warga Kalimantan. Panglima Tambak Baya Murka

Seperti diberitakan, banjir menggenangi kawasan Dukuh Gatak, Desa/Kecamatan Banyudono, Minggu (23/1). Tercatat 22 ruko dan rumah serta sebuah gereja terdampak banjir. Air mulai masuk pemukiman sehabis maghrib.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X