Potensi Produktivitas Padi Sukoharjo, Tertinggi se-Jateng

- Jumat, 11 Juni 2021 | 16:05 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani melakukan panen raya di Desa Tangkisan Kecamatan Tawangsari, Jumat (11/6/2021). (SMSolo/Heru Susilo)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani melakukan panen raya di Desa Tangkisan Kecamatan Tawangsari, Jumat (11/6/2021). (SMSolo/Heru Susilo)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Meski luas wilayah Kabupaten Sukoharjo terkecil nomor dua setelah Kudus, namun selama ini menjadi daerah penyangga pangan di Jawa tengah.

Hal itu diungkapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani di sela-sela panen raya di Klaster Padi Modern Farming di Desa Tangkisan, Tawangsari, Jumat (11/6/2021). Menurut bupati, Sukoharjo juga memiliki potensi produktivitas padi tertinggi se-Jateng selama lima tahun terakhir ini. Dengan surplus beras tidak kurang dari 119.792 ton.

"Pada tahun 2020 kemarin, Sukoharjo mampu memberikan kontribusi produksi padi sebanyak 310.778 ton. Saya berharap capaian ini dapat kita pertahankan dan tingkatkan ditahun-tahun yang akan datang," kata Bupati. 

Baca Juga: Antisipasi Gagal Panen, Dispertan Sukoharjo Petakan Daerah Rawan

Dalam kesempatan itu, sekaligus dilakukan penyerahan bantuan dari BI Solo melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Berupa dua unit sumur dalam untuk Desa Pojok dan Desa Tangkisan, serta peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan perbaikan tanah berbasis mikro organisme.

"Saya harap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga akan dapat mendorong peningkatan produksi padi di Sukoharjo tetap dapat menjadi lumbung padi di Jateng," tambah Bupati.

Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo menyampaikan, selama ini BI Solo sudah bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo melakukan sejak tahun 2017.

Baca Juga: 10 Hari, Jenazah Staf KJRI San Fransisco Baru Dimakamkan

BI Solo mendukung upaya peningkatan frekuensi tanam di Klaster Padi Modern Farming agar bisa tanam tiga kali setahun. Untuk itu, melakui PSBI membuat dua sumur dalam di lokasi Tangkisan dan Pojok, Kecamatan Tawangsari.

"Dua sumur dalam tersebut diharapkan dapat mengairi lahan sawah ketika Dam Colo ditutup untuk perbaikan rutin tahunan sehingga frekuensi tanam dapat meningkat," ujarnya.**

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Akhirnya Pemkab Sukoharjo Resmi Melarang Hajatan

Kamis, 17 Juni 2021 | 19:20 WIB

20 Finalis Mas-Mbak Sukoharjo Ikuti Karantina

Rabu, 16 Juni 2021 | 22:51 WIB
X