Di Klaten Minyak Goreng Langka, Ini Kata Disdagkop UMKM

- Minggu, 13 Februari 2022 | 19:10 WIB
Ilustrasi minyak goreng. (SMSolo/dok)
Ilustrasi minyak goreng. (SMSolo/dok)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi di beberapa wilayah di Klaten yang dikeluhkan masyarakat, atau adanya minyak goreng harga yang masih mahal, ternyata dipengaruhi beberapa faktor.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disdagkop UMKM) Klaten, Supriyanto mengatakan, untuk minyak goreng bersubsidi yang dulu diajukan sebanyak 600 liter, saat ini sudah terdistribusi ke pasar-pasar.

Kebijakan 1 harga untuk minyak goreng yaitu Rp 14.000 dan Harga Eceran Tetinggi (HET) minyak goreng curah Rp 11.500, kemasan sederhana Rp 13.500 dan kemasan premium Rp 14.000, tidak dibarengi penetapan kuotanya.

Baca Juga: Simpan Sabu di Belakang Lemari, Nanang Warga Kedawung, Sragen Ditangkap

"Itu tergantung pergerakan produsennya. Saat ini ada 34 produsen minyak goreng. Karena sistem pemberian subsidi sifatnya B2B (bisnis to bisnis atau antar pelaku usaha), jadi tidak ada penetapan kuota tiap kabupaten," kata Supriyanto.

Menurutnya, semakin cepat produsen minyak goreng melakukan blending harga atau penyesuaian harga, maka akan semakin cepat pula pemerintah memberikan subsidi harga kepada produsen tersebut.

Baca Juga: Dua Anak Meninggal karena DB, Masyarakat Diminta Giatkan PSN

"Harapannya, minyak goreng yang sudah disesuaikan harganya oleh produsen dapat dipasarkan kembali ke masyarakat dengan sesuai HET, sehingga tidak ada lagi kelangkaan minyak goreng," kata dia.

Saat ini yang terjadi di lapangan, sebagian produsen sudah melakukan blending harga sehingga harga minyak goreng pada beberapa merek sudah sesuai HET, antara lain Hemat, Kuncimas, Sabrina dan lainnya.

Baca Juga: Operasi Pasar, 4,5 Ton Minyak Goreng Diguyurkan ke Masyarakat Tiga Kecamatan

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X