BPN Boyolali Targetkan Selesaikan Sertifikasi 5.000 Bidang Tanah Tahun 2022

- Kamis, 17 Februari 2022 | 05:30 WIB
Kepala BPN Boyolali, Priyanto memberikan sambutan pada acara sumpah panitia ajudikasi dan satuan tugas sosialisasi pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali tahun 2022 di Pendopo Ageng Pemkab Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)
Kepala BPN Boyolali, Priyanto memberikan sambutan pada acara sumpah panitia ajudikasi dan satuan tugas sosialisasi pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali tahun 2022 di Pendopo Ageng Pemkab Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali mentargetkan 5.000 bidang bisa bersertifikat tahun 2022 ini.

"Ya, target kami 5.000 sertifikat,” ujar Kepala BPN Boyolali, Priyanto, ditemui usai pengambilan sumpah Panitia Ajudikasi dan Satgas Sosialisasi pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali tahun 2022 di Pendopo Ageng Pemkab Boyolali, Rabu (16/2).

Dia menjelaskan, di Boyolali masih ada sekitar 15.000 bidang tanah yang belum bersertifikat.

Baca Juga: Sopir Bus Pariwisata yang Kecelakaan di Bukit Bego Imogiri Ditetapkan sebagai Tersangka

“Tadi Pak Bupati dalam sambutannya, ada sekitar 15.000 bidang tanah disini yang belum bersertifikat. Sehingga kami selesaikan di tahun 2022, 2023 dan 2024, atau 5.000 sertifikat/tahun."

Dijelaskan, PTSL menyasar semua bidang tanah di desa-desa wilayah Kabupaten Boyolali yang sampai sekarang belum bersertifikat. Bidang tanah tersebut juga tidak dalam sengketa.

“Semua bidang tanah yang ada di desa yang belum serfifikat, selama tidak ada sengketa dan sebagainya wajib bersertifikat.”

Baca Juga: Piala Gibran, Singkirkan Jateng, Siwo DKI Jakarta Tantang Siwo Jatim di Babak Final

Sehingga dalam PTSL ini subyek dan obyek bidang tanah prinsipnya harus clear dan clean terlebih dahulu. Jika merupakan tanah warisan, maka semua ahli waris telah setuju dan sudah tidak ada masalah.

“Yang tidak clear - clean ditinggal, karena potensi masalah, muncul gugatan dan sebagainya, salah subyek. Itu malah bikin masalah," tegasnya.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X