Gara-gara Kasus Covid-19 Naik, Badan Geologi Tunda Survei Geopark Bayat

- Jumat, 18 Februari 2022 | 06:06 WIB
Kepala Bidang Litbang Bappeda Klaten, M Umar Said. (SMSolo/)
Kepala Bidang Litbang Bappeda Klaten, M Umar Said. (SMSolo/)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Terus naiknya kasus positif Covid-19 akhir-akhir ini, membuat Badan Geologi Kementerian ESDM menunda survei lokasi geosite di kawasan Geopark Bayat, Klaten. Survei semula dijadwalkan pekan ini.

Sampai kapan penundaan itu, belum bisa dipastikan, karena kasus Covid-19 belum bisa diprediksi kapan akan mereda.

Pemkab Klaten berharap, pengajuan Geopark Bayat bisa segera disetujui oleh Kementerian ESDM.

Baca Juga: Lubang di Jalan Wedi-Bayat Sering Telan Korban, Relawan Turun Tangan

‘’Harusnya dilakukan pekan ini, tapi ditunda dulu karena kasus covid naik terus,’’ kata Kepala Bidang Litbang Bappeda Klaten, M Umar Said kepada wartawan di Pemkab Klaten, Kamis (17/2/2022).

Rencananya akan dilakukan survey titik geosite di 13 desa, yakni 12 desa di Kecamatan Bayat dan 1 desa di Kecamatan Wedi yakni Desa Sembung.

Survei dilakukan di koordinat yang ditentukan, juga kroscek kondisi batuan, umur batuan, bentuk dan lainnya.

Pengajuan itu dilakukan setelah ada kajian bekerja sama dengan Fakultas Geologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Baca Juga: Ratusan Karamba Sudah Diangkat Dari Rawa Jombor, Bayat Klaten

Hasil survei tersebut yang nantinya menentukan, apakah kawasan tersebut akan disahkan sebagai Geoheritage.

‘’Rencana Geopark Bayat masih menunggu pengesahan Geoheritage yang sudah diajukan ke Kementerian ESDM melalui Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, tahun 2020 silam. Setelah ada pengesahan, baru berproses menuju Geopark Bayat,’’ kata Umar Said.

Berdasarkan survey ahli geologi UGM, ditemukan beberapa titik di Kawasan Geopark Bayat yang umur batuannya jauh lebih tua dari pada Geopark Karangsambung Kebumen, yang saat ini dianggap paling tua umur batuannya.

Baca Juga: Desa Paseban Bayat Klaten Menuju 'Desa Digital'

‘’Kami harap, kawasan Bayat Purba bisa segera disahkan sebagai geoheritage oleh Kementerian ESDM. Karena umur batuannya yang sangat tua, kami harap Kawasan itu bisa menjadi geoheritage bertaraf internasional,’’ ujar dia.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puluhan Karyawan Alfamart Klaten Ikuti Donor Darah

Selasa, 14 Maret 2023 | 11:15 WIB
X