Jelang Nyepi, Umat Hindu Banyudono, Boyolali Siapkan Ogoh-ogoh Setinggi 4,5 Meter

- Jumat, 25 Februari 2022 | 13:40 WIB
Umat Hindu Desa Ngaru- aru, Kecamatan Banyudono, Boyolali sedang melakukan finishing ogoh- ogoh. (SMSolo/Joko Murdowo)
Umat Hindu Desa Ngaru- aru, Kecamatan Banyudono, Boyolali sedang melakukan finishing ogoh- ogoh. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Umat Hindu Desa Ngaru-aru, Kecamatan Banyudono, Boyolali bersiap menyambut Hari Raya Nyepi pada Kamis (3/3) mendatang atau Tahun Baru Saka 1944.

Untuk itu, Umat Hindu desa tersebut menyiapkan sebuah Ogoh- ogoh setinggi 4,5 meter.

Ogoh- ogoh akan dikirabkan pada saat Mecaru pada Selasa (2/3) sore yang menjadi rangkaian Hari Raya Nyepi. Usai kirab, ogoh- ogoh akan dibakar di depan Pura Bhuana Suci Saraswati desa setempat.

Baca Juga: Gempa Pasaman Barat Akibatkan Ratusan Bangunan Ambruk

"Kalau diizinkan oleh Satgas Covid-19, maka kirab akan mencakup sejumlah kampung. Namun kalau tidak, ya hanya sekitar pura saja,” kata, Ketua PHDI Desa Ngaru- aru, Heru Kuncoro, Jumat (25/2).

Kirab juga diikuti barisan obor. Kemudian di belakangnya, terdapat barisan musik tradisional atau kentongan.

"Kami ambil musik tradisional seperti kentongan. Kalau tidak ya bisa kelompok reog."

Baca Juga: Invasi Rusia ke Ukraina, Pemerintah RI Siapkan Rencana Evakuasi WNI

Dibakarnya ogoh- ogoh sebagai simbol pemusnahan butakala. Selain simbol kejahatan, ogoh-ogoh yang dibakar merupakan kekuatan alam yang misterius. Alam yang sebenarnya bersahabat bisa berubah menjadi malapetaka bagi manusia.

"Dengan adanya upacara- upacara ini, diharapkan alam kembali damai, harmonis. Dan termasuk Covid-19 bisa segera sirna agar kehidupan kembali damai."

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X