Pengurus Baznas Klaten Baru Siap Dukung Upaya Pengentasan Kemiskinan di Bawah 10 Persen

- Jumat, 25 Februari 2022 | 20:19 WIB
Wibowo Moektiharjo menyerahkan laporan pertanggungjawaban kepada Ketua Baznas baru Mukhlis Hudaf dan Bupati Sri Mulyani. (SMSolo/Mera S)
Wibowo Moektiharjo menyerahkan laporan pertanggungjawaban kepada Ketua Baznas baru Mukhlis Hudaf dan Bupati Sri Mulyani. (SMSolo/Mera S)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Pengurus Lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Klaten menegaskan dukungannya pada program pengestasan angka kemiskinan di bawah 10 persen, sesuai yang ditargetkan pemerintah.

Hal itu diungkapkan Ketua Baznas Klaten yang baru Mukhlis Hudaf, usai Pelantikan Pimpinan Baznas Klaten masa bakti 2022-2027 oleh Bupati Klaten Sri Mulyani di Pendapa Agung Setda Klaten, Jumat (25/2/22).

"Baznas bersama Pemkab Klaten akan bekerja sama mendukung program pengentasan kemiskinan. Hal itu disesuaikan dengan 8 asnab atau golongan penerima zakat, khusus golongan fakir dan miskin," kata Mukhlis Hudaf.

Baca Juga: Minyak Goreng Langka, Bupati Sukoharjo Sidak ke Pasar hingga Supermarket

Hal itu ditegaskan di hadapan Bupati Klaten Sri Mulyani, jajaran Forkopimda, Ketua Baznas Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, sejumlah pejabat dan tamu undangan.

"Kami sebagai pimpinan baru Baznas Kabupaten Klaten, mohon doa restu dan dukungan dari Bupati, unit pengumpul zakat (UPZ) dan masyarakat Klaten agar bisa Amanah dalam mengemban tugas umat," ujar Mukhlis Hudaf.

Dia mengaku bersyukur masih dipercaya pemerintah untuk mengurus kepentingan umat. Selain dukungan umat, kepercayaan dari umat sangatlah penting dalam melaksanakan tugas Baznas dalam mengelola dana umat.

Baca Juga: Bisnis Receh Tapi Menjanjikan, PUDAM TIrta Lawu Luncurkan Produk Es Kristal untuk Layani UMKM

"Mengurus umat membutuhkan amanah, apalagi Baznas mengelola uang umat. Semoga masyarakat Klaten mempercayai Baznas, karena dana umat akan disalurkan kepada umat sesuai delapan asnab yang ada," ujar dia.

Yang tak kalah penting, kesadaran berzakat harus terus dijaga, karena tidak akan diterima shalat seorang hamba jika ia tidak menjalankan zakat.
Sebaliknya juga tidak diterima zakat seorang hamba, jika dia tidak mengerjakan shalat.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X