OP Minyak Goreng, Pemkab Sukoharjo Gunakan Sistem Pemilu. Usai Beli, Jari Dicelupkan Tinta

- Kamis, 3 Maret 2022 | 10:08 WIB
Usai beli minyak goreng warga Sukoharjo mencelupkan jarinya ke tinta, seperti pemilu. (SMSolo/Heru S)
Usai beli minyak goreng warga Sukoharjo mencelupkan jarinya ke tinta, seperti pemilu. (SMSolo/Heru S)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Pemkab Sukoharjo, dalam hal ini Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM menggelar operasi pasar (OP) minyak goreng.

Guna mengantisipasi kecurangan, yakni pembelian dobel, diberlakukan sistem mirip pemilu. Yakni, warga yang usai membeli harus mencelupkan jarinya ditinta.

Kepala Dinas Perdagangan Sukoharjo, Iwan Setiyono mengatakan, dalam kegiatan OP kali ini ada sebanyak 4.800 liter minyak goreng.

Baca Juga: Tak Perlu Repot Antre lagi, RSUD Dr Moewardi Solo Sediakan Layanan Antar Obat ke Rumah Pasien

"Satu liter harganya Rp14 ribu dan jatahnya satu warga satu liter. Karena itu usai beli, warga diminta mencelupkan jari ke tinta. Tujuannya agar tidak bisa membeli lagi," ujar Iwan.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani didampingi Wakil Bupati dan Forkopimda Sukoharjo saat memantau OP di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) Graha Wijaya mengatakan, OP kali ini adalah yang pertama.

Baca Juga: Feybe Fince Goni Menuntut Ganti Rugi Penggunaan Hologram pada Pita Cukai Rokok 2001 - 2020

"Sebenarnya ajuan kami ke Pusat itu banyak tetapi memang yang turun belum banyak. Khusus untuk kali ini ada 4.800 liter yang diperuntukkan bagi masyarakat," ungkap bupati.

Kendati demikian, ke depan Pemkab akan terus berupaya melakukan OP agar masyarakat tidak kesulitan dalam mendapatkan minyak goreng. Tentunya dengan harga yang standar dan sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Nanti akan kita lakukan lagi. Yang terpenting bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X