5.617 Bidan yang Bekerja di Faskes Pemerintah, Statusnya Honorer

- Sabtu, 19 Maret 2022 | 19:40 WIB
Rakerda VII PD Ikatan Bidan Indonesia (IDI) di Best Western Solo baru, Sukoharjo. (SMSolo/dok)
Rakerda VII PD Ikatan Bidan Indonesia (IDI) di Best Western Solo baru, Sukoharjo. (SMSolo/dok)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Sebanyak 5.617 bidan yang bekerja di fasilitas kesehatan pemerintah berstatus honorer.

Hal itu terungkap saat Rakerda VII PD Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Tengah di Hotel Best Western Solo Baru, Jumat (18/3).

"Tenaga bidan bekerja di fasilitas kesehatan baik di pemerintah dan swasta. Saat ini, tenaga bidan yang bekerja di fasilitas kesehatan pemerintah dengan status sebagai bidan honorer masih 5.617 orang yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jateng," jelas Ketua Penyelengga Rakerda IBI Jateng, Sumarsih.

Baca Juga: Buaya Muara yang Sempat Lepas di Sawah, Dievakuasi Petugas BKSDA Jawa Tengah

Dengan kondisi tersebut, IBI Jateng mengaku prihatin karena jumlah tersebut hampir 30% dari anggota IBI yang mencapai 33.287 bidan. Untuk itu, IBI berupaya untuk mengentaskan tenaga bidan honorer menjadi ASN, baik PNS maupun P3K.

Saat ini, ujar Sumarsih, banyak sekali bidan yang menjalankan kinerja dan kompetensi melebihi dari yang seharusnya. Baik itu di Puskesmas, rumah sakit, maupun di Dinas Kesehatan.

Baca Juga: Harga Mahal Minyak Goreng Melimpah, PKl Menjerit

"Apalagi beban kerja di masa pandemi ini yang mengharuskan tenaga kesehatan khususnya dokter, perawat, dan bidan harus berada di garda terdepan," ujarnya.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam sambutannya diacara itu menyampaikan, IBI adalah organisasi profesi dan organisasi sosial masyarakat.

Bidan adalah salah satu ujung tombak pemerintah dalam mensukseskan program di bidang kesehatan khususnya pada ibu dan anak.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Densus Ciduk Terduga Teroris di Sukoharjo

Kamis, 1 Desember 2022 | 11:50 WIB
X