KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Seratusan santri dari Madrasah Mu'allimin dan Mu'allimat Muhammadiyah Yogyakarta mengikuti program Mubaligh Hijrah dan Pesantren Kilat, yang diadakan di wilayah Karanganyar.
Selama 21 hari, mereka disebar ke empat kecamatan yakni Tasikmadu, Karanganyar, Matesih dan Jumantono, untuk berbaur dengan masyarakat dan melakukan dakwah, mulai dari mengisi ceramah, kultum dan kajian, hingga menjalankan kegiatan sosial.
Pembukaan dan penyerahan peserta kegiatan yang dilaksanakan oleh Asosiasi Mu'allimin Mu'allimat Klaten, Semarang dan sekitarnya itu dilaksanakan Sabtu (2/4) di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Karanganyar.
Baca Juga: Terjatuh dari Ketinggian 200 Meter, Atlet Paralayang Meninggal
Secara simbolis, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar Muh Samsuri menyerahkan peci-sarung dan mukena kepada perwakilan peserta, sebagai tanda dimulainya kegiatan.
Ketua Panitia Wahib Dzaky Shidqul 'Aziz mengatakan, kegiatan Mubaligh Hijrah diikuti kader tingkat IV dan V, sebagai ajang latihan sebagai kader pemimpin, ulama, pendidik dan mubaligh.
Baca Juga: BRI Apresiasi Nasabah Hadirkan BRI Client Summit 2022
"Sebagai persiapan untuk berdiaspora dengan masyarakat, dengan harapan membawa manfaat bagi umat," katanya.
Ketua PDM Karanganyar Muh Samsuri berpesan, agar peserta kegiatan bisa beradaptasi dengan kondisi di lapangan. "Tidak boleh mengeluh, tidak boleh patah semangat, jangan manja," tegasnya.
Dikatakannya, peserta Mubaligh Hijrah harus meniru semangat anak-anak muda yang mendukung perjuangan dan dakwah Rasulullah SAW.
Baca Juga: Mengikuti Kajian Kilatan Menjadi Kegiatan Santri Ponpes Ilyas di Bulan Ramadhan
"Dulu, ketika Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah, anak-anak muda pada zaman itu ikut membantu, dengan segala risikonya. Semangat kaum muda dalam membantu perjuangan Rasulullah SAW itu, harus menjadi spirit dalam menjalankan kegiatan Mubaligh Hijrah ini," tandasnya.
Dia menambahkan, banyak panggung yang bisa dijadikan ajang latihan, untuk melatih kemampuan diri. Seperti mengisi kultum, kajian Ahad pagi, pengajian, maupun kegiatan sosial seperti membina kegiatan TPQ, dan sebagainya.
Baca Juga: Staf Ahli Menkumham Kunjungi Lapas Kelas IIB Klaten
"Latihan tampil itu perlu. Salah tidak apa-apa. Tidak bagus nggak apa-apa. Namanya masih belajar. Namun diberi kesempatan untuk tampil. Pokoke kendel sik, sambil menyiapkan materi yang akan disampaikan," imbuhnya. **
Artikel Terkait
Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal Disita Bea Cukai Solo dari Sukoharjo dan Boyolali
Layani Pemudik yang Belum Divaksin, Satgas Vaksinasi akan Diterjunkan ke Puskesmas di Perbatasan Karanganyar
Lewat Program Kampung Restorative Justice, Kasus Ringan Bisa Diselesaikan Masyarakat Sendiri
Penambalan Lubang Jalan Ditarget Kelar sebelum Arus Mudik Lebaran