Abaikan Prokes, Ratusan Warga di Boyolali Terjaring Razia

- Jumat, 8 April 2022 | 16:15 WIB
Petugas melakukan swab antigen acak terhadap pelanggar prokes. (SMSolo/dok)
Petugas melakukan swab antigen acak terhadap pelanggar prokes. (SMSolo/dok)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Menurunnya jumlah kasus Covid-19 di Boyolali tak menurunkan semangat Satpol PP untuk tetap menggelar operasi yustisi.

Kepala Satpol PP Boyolali, Sunarno menjelaskan, setidaknya 562 pelanggaran prokes ditemukan selama operasi yustisi empat minggu terakhir.

Pelanggaran paling banyak ditemukan pada masyarakat yang tidak mengenakan masker.

Baca Juga: Belum Kantongi Izin Resmi, Polda Metro Jaya Akan Bubarkan Demo 11 April di Depan Istana

“Operasi yustisi akan digelar sampai PPKM turun ke level 1. Kemudian akan dievaluasi tiap minggunya,” katanya, Jumat (8/4).

Saat operasi yustisi, pihaknya juga mengadakan swab antigen acak terhadap pelaku pelanggaran. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Puskesmas setempat. Ditemukan 17 orang yang hasil swab antigennya positif Covid-19.

“Yang positif lalu ditindaklanjuti tiap Puskesmas.”

Baca Juga: Pemkab Sukoharjo dan Baznas salurkan Bantuan bagi Warga Tidak Mampu

Operasi ini juga akan menyasar rumah makan yang menjadi lokasi buka bersama (bukber) masyarakat. Karena masih situasi pandemi, maka prokesnya harus tetap dijalankan. Jangan sampai masyarakat abai prokes karena menganggap sudah aman.

“Tiap sore akan kami sisir tempat keramaian maupun lokasi bukber-bukber itu. Lokasinya juga berbeda-beda. Dan akan kami evaluasi berkala. Kita akan gelar operasi yustisi sampai bisa menekan angka penyebarannya.”

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X