Gerakan Santri Menulis Suara Merdeka: Menulis, Menciptakan Karya-karya Besar

- Selasa, 12 April 2022 | 10:38 WIB
Para santri Ponpes Al Hikmah Tanon Sragen berpose bersama KH Mazida Iqbal Wahono, Wabup Sragen Suroto, Kepala Kanmenag Sragen Ihsan Muhadi dan para narasumber, sebelum kegiatan GSM 2022, Senin (11/4/2022) (SMSolo/Basuni Hariwoto)
Para santri Ponpes Al Hikmah Tanon Sragen berpose bersama KH Mazida Iqbal Wahono, Wabup Sragen Suroto, Kepala Kanmenag Sragen Ihsan Muhadi dan para narasumber, sebelum kegiatan GSM 2022, Senin (11/4/2022) (SMSolo/Basuni Hariwoto)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.comGerakan Santri Menulis (GSM) 2022 Suara Merdeka memberikan khazanah dan ilmu pengetahuan baru bagi para santri Ponpes Al Hikmah yang ada di Jalan Raya Tanon-Sukodono KM 5 Bedono Pengkol, Tanon, Kabupaten Sragen, pada Senin (11/4/2022).

Seratusan santriwan dan santriwati mendapatkan bekal pengetahuan dan motivasi tentang keberanian untuk menulis dan cara menulis berita yang baik.

Semua orang, termasuk santri bisa menjadi seorang penulis dan menulis itu sebenarnya mudah. Dari menulis juga banyak menciptakan karya-karya besar.

Baca Juga: Masjid Terlanjur Dirobohkan, Janji Bantuan Renovasi Tak Ada Realisasi

Hadir sebagai narasumber adalah Wakil Pemimpin Redaksi (Wapimred) Suara Merdeka Triyanto Triwikromo, Kepala Desk Banyumas Agus Fathudin Yusuf, Redaktur Pelaksana (Redpel) Hasan Fikri, Kepala Desk Edisi Minggu Sri Syamsiah LS, serta wartawan Biro Solo Setyo Wiyono. Kepala Biro Suara Merdeka Solo, Sri Hartanto pun turut hadir.

Acara dibuka Wakil Bupati (Wabup) Suroto dan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kanmenag) Sragen Ihsan Muhadi, serta Pimpinan Pondok Al Hikmah Tanon Sragen KH Mazida Iqbal Wahono. Juga ada pembinaan kamtibmas dari Polres Sragen.

KH Mazida Iqbal mengatakan, manusia adalah tempat salah dan lupa. Salah satu cara menanggulanginya adalah menulis agar bsa membaca dan mengulangnya kembali.

Baca Juga: Para Pelajar Yayasan Birrul Walidain Sragen, Pawai Sambut Ramadan

“Menulis juga sudah dilakukan para ulama besar jaman dahulu,” kata Buya, panggilan akrab KH Mazida.

Menulis juga mampu menciptakan banyak karya besar. Diharapkan pula setelah kegiatan GSM ini, ghirah atau semangat menulis para santriwan-santriwati tetap berlanjut, terus diasah dan dikembangkan.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PMK Ternak di Sragen Mencapai 908 Kasus

Senin, 27 Juni 2022 | 07:27 WIB

Pembelian Narkoba Banyak Manfaatkan Sistem Online

Selasa, 21 Juni 2022 | 21:05 WIB

Letkol Inf Yoga Yastinanda Jabat Dandim Sragen

Senin, 20 Juni 2022 | 18:45 WIB

RSUD Sukowati Tangen Dioperasikan 23 Juni 2022

Selasa, 14 Juni 2022 | 21:44 WIB
X