Perusak Benteng Keraton Kartasura Terancam Penjara 15 Tahun dan Denda Rp5 Miliar

- Senin, 25 April 2022 | 21:15 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Kepala BPCB Jawa Tengah meminta penjelasan dari pemilik lahan yang membongkar benteng Keraton Kartasura, Sabtu (23/4). (SMSolo/Heru S)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama Kepala BPCB Jawa Tengah meminta penjelasan dari pemilik lahan yang membongkar benteng Keraton Kartasura, Sabtu (23/4). (SMSolo/Heru S)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah saat ini tengah melakukan penyelidikan perusakan benteng Keraton Kartasura.

Harun, salah atu penyidik PNS BPCB Jateng saat dihubungi suaramerdeka-solo.com mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan proses lebihlanjut.

"Sudah mulai untuk wasmatpulbaket. Kalau istilah di kepolisian Pulbaket," jelas Harun.

Baca Juga: Buntut Pelecehan Lagu Kangen Band, Pemkab Sragen Batalkan Undang Tri Suaka dan Zidan

Terkait dengan bagiamana nanti hasilnya, akan dikembangkan lebihlanjut. Hal itu berdasarkan data yang diperoleh selama penyelidikan.

Yang jelas, berdasarkan UU No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, ada sanksi pidana bagi mereka yang melakukan perusakan.

"Ancaman pidana penjara minimal 1 tahun maksimal 15 tahun dan atau denda minimal Rp500 ribu dan maksimal Rp5 miliar," jelas Harun.

Baca Juga: Pemkab Wonogiri Tiadakan Mudik Gratis, Ini Penyebabnya

Dilansir dari tribratanews, terkait dengan larangan perusakan cagar budaya tertuang dalam UU No.11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya di pasal 66.

Setiap orang dilarang merusak Cagar Budaya, baik seluruh maupun bagian-bagiannya, dari kesatuan, kelompok, dan/atau dari letak asal.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X