Wabah PMK Mengancam, Disperindag Boyolali Galakkan Sosialisasi di Pasar Hewan

- Rabu, 11 Mei 2022 | 16:45 WIB
Petugas membagikan brosur tentang wabah PMK kepada pedagang di Pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo. (SMSolo/Joko Murdowo)
Petugas membagikan brosur tentang wabah PMK kepada pedagang di Pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Boyolali menggalakkan sosialisasi di pasar hewan.

Langkah itu dilakukan seiring munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi.

Seperti di Pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo pada Rabu (11/5) yang bersamaan dengan hari pasaran pahing pasar tersebut.

Baca Juga: Sepur Kelinci di Boyolali Terbalik, Dua Penumpang Meninggal

Terlihat sejumlah petugas menempelkan brosur agar masyarakat, utamanya pedagang atau blantik serta masyarakat memahami adanya PMK.

Tak hanya menempelkan brosur di tempat- tempat strategis, namun juga membagikan brosur langsung kepada masyarakat.

Isi brosur, masyarakat diminta agar waspada terhadap PMK, mengingat PMK tak hanya menyerang ternak sapi. Namun juga ternak ruminansia lainnya seperti kerbau, kambing dan domba.

Baca Juga: Kabidkum dan Empat Kapolres di Jateng Dimutasi

“Dengan penyebaran brosur itu, kami berharap masyarakat dan pedagang lebih berhati- hati membeli maupun menjual ternak sapi miliknya,” ujar Kepala Disperindag Boyolali, Karsino yang juga membawahi pasar di Boyolali.

Diakui, dari pantauan di pasar- pasar hewan di Boyolali, belum ada dampak signifikan terhadap penjualan sapi. Namun demikian, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Disnakkan guna memantau kesehatan ternak.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nakes Boyolali Mulai Memperoleh Vaksin Booster Kedua

Minggu, 7 Agustus 2022 | 20:14 WIB

Dihantam Trailer, Siswa SMA Tewas

Selasa, 2 Agustus 2022 | 09:10 WIB
X