Dipicu Kabar Hoaks Temannya Meninggal Dianiaya, Dua Kelompok Perguruan Beladiri Nyaris Bentrok

- Rabu, 11 Mei 2022 | 16:13 WIB
Kapolres Boyolali, AKBP Asep Maulana. (SMSolo/Joko Murdowo)
Kapolres Boyolali, AKBP Asep Maulana. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Dua kelompok perguruan beladiri nyaris bentrok di wilayah Kecamatan Andong, Boyolali, Selasa (10/5/2022) malam hingga Rabu (11/5) dinihari.

Beruntung polisi bergerak cepat sehingga bentrokan bisa dihindarkan.

Kejadian itu diakui Kapolres Boyolali AKBP Asep Maulana. Diungkapkan, kini situasi sudah kondusif.

Baca Juga: Terapkan Jurus Bujuk Rayu, Guru Beladiri Renggut Kesucian Sang Murid yang Masih di Bawah Umur

Ratusan perguran beladiri yang datang dari luar daerah seperti Salatiga, Semarang, Sragen dan Karanganyar sudah dikembalikan ke daerah asal.

“Saat ini sebanyak 20 orang masih kami mintai keterangan,” ujar Kapolres, Rabu (11/5/2022).

Dijelaskan, kejadian tersebut dipicu adanya kelompok beladiri yang meminta agar kasus pengeroyokan pada 4 Mei 2022 lalu secepatnya diusut tuntas.

Baca Juga: Akhir Tahun, Antar Perguruan Silat Rawan Gesekan, Kapolda Ingatkan Jajaran Soloraya Antisipasi Konvoi

Padahal, kasus itu kini sudah ditangani penyidik Polres Boyolali.

Di tengah situasi itu lah, berkembang lagi persoalan berbeda.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Boyolali Godok Perda Kawasan Tanpa Rokok

Selasa, 29 November 2022 | 16:30 WIB

Puluhan Umat Hindu Bali Kunjungi Boyolali, Ini Tujuannya

Minggu, 27 November 2022 | 13:50 WIB
X