Kasus Perusakan Benteng Keraton Kartasura, Pemilik Lahan Tawarkan Mediasi

- Kamis, 12 Mei 2022 | 20:00 WIB
Bambang Ary, kuasa hukum pemilik lahan menunjukkan foto copi sertifikat hak milik yang masih atas nama Lina Wiraswati dalam jumpa pers di Solo, Kamis (12/5).  (SMSolo/dok)
Bambang Ary, kuasa hukum pemilik lahan menunjukkan foto copi sertifikat hak milik yang masih atas nama Lina Wiraswati dalam jumpa pers di Solo, Kamis (12/5). (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Kasus perusakan Benteng Keraton Kartasura terus bergulir. Perusak terancam dijerat dengan UU Cagar Budaya.

Terbaru, Burhanudin selaku pemilik lahan di seputar Benteng Keraton Kartasura menawarkan diri untuk mediasi.

Burhanudin sendiri sebelumnya telah diperiksa atau dimintai keterangan oleh Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo, Rabu (11/5/2022).

Baca Juga: Kelelahan dan Alami Gejala Hipotermia, Pendaki Lawu Asal Kabupaten Magelang Dievakuasi

Kuasa Hukum pemilik lahan, Bambang Ary Wibowo mengatakan dalam pemeriksaan kemarin ada tujuh pertanyaan yang diajukan pemilik lahan.

"Ada dua persoalan hukum yang ditanyakan. Pertama terkait bagaimana kepemilikan tanah, sedang yang kedua terkait bangunan cagar budaya (BCB)," terang dia pada wartawan, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Wabah PMK Lewat Jogo Ternak

Bambang Ary menjelaskan, kliennya membeli tanah sudah dalam bentuk sertifikat hak milik. Jadi bukan membeli tanah cagar budaya yang diproses untuk sertifikat hak milik.

"Jadi Sertifikat hak milik yang dibeli klien kami semula atas nama Lina Wiraswati yang tinggal di Lampung," papar Ary.

Proses pembelian tanah berlangsung pada 17 Februari 2022 seharga Rp850 juta dengan seluas 682 meter persegi.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belasan Anggota dan Ketua Rayon PSHT Ditangkap

Selasa, 24 Mei 2022 | 13:51 WIB
X