BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Pemkab Boyolali langsung bergerak cepat dalam penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi.
Begitu muncul kasus, lokalisasi ternak lantas dilakukan di satu kandang.
Menurut Asisten II Bidang Pembangunan Sekda Boyolali, Insan Adi Asmono, dari 15 sapi yang terpapar kini 13 sudah membaik. Kasus PMK pun mampu dikendalikan.
Baca Juga: Kasus Perusakan Benteng Keraton Kartasura, Pemilik Lahan Tawarkan Mediasi
Kemudian antisipasi juga dilakukan dengan membatasi ternak dari luar daerah. Satgas PMK juga langsung lakukan tracing pada surveilans hewan untuk mengantisipasi penularan lebih banyak.
“Ternyata hanya ada temuan 15 ekor di Mojosongo. Maka kami lokasikasi agar tidak menyebar,” katanya, Kamis (12/5).
Baca Juga: 170.000 Ekor Sapi di Wonogiri Diklaim, Steril dari Penyakit Mulut dan Kuku
Selain itu, juga dilakukan upaya preventif dengan melakukan penyemprotan disinfektan di lima pasar hewan yang ada di Boyolali.
Yakni Pasar Hewan Jelok, Cepogo, Pasar Hewan Ampel serta Pasar Hewan di Nogosari, Karanggede dan Simo.
Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Wabah PMK Lewat Jogo Ternak
“Penyemprotan dilakukan di luar hari pasaran saat pasar sepi. Misalnya, di Pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo dilakukakan hari ini. Kegiatan ini juga melibatkan PMI.” **
Artikel Terkait
Waspada! Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Masuk Boyolali. Begini Ciri-cirinya
Terkait Wabah PMK, Peternak Diminta Tak Beli Sapi asal Jawa Timur
Wabah PMK, Sukoharjo Pantau Ketat Ternak dari Luar Wilayah
Wabah PMK Mengancam, Disperindag Boyolali Galakkan Sosialisasi di Pasar Hewan