Pensiunan Guru yang Tewas Terbakar di Plosowangi, Cawas Alami Patah Kaki

- Kamis, 19 Mei 2022 | 10:49 WIB
Tim Identifikasi Polres Klaten melakukan evakuasi korban kebakaran di Desa Plosowangi, Kecamatan Cwas. (SMSolo/dok Polres Klaten)
Tim Identifikasi Polres Klaten melakukan evakuasi korban kebakaran di Desa Plosowangi, Kecamatan Cwas. (SMSolo/dok Polres Klaten)

KLATEN, suaramerdekasolo.com - Sumarno (65) yang meninggal saat rumahnya di Dukuh Plosowangi Wetan, RT 01 /RW 03, Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, Klaten ludes terbakar, Rabu (18/5/22), ternyata patah kaki.

Karena itu, dia tidak bisa berlari dari dalam rumahnya saat api melalap rumahnya tersebut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, Sumarno mengalami patah kaki dan tidak bisa jalan akibat kecelakaan lalu lintas, 8 Mei 2022. Dia tinggal bersama ibunya Toyem (80) yang sudah tua dan susah berjalan.

Baca Juga: Pensiunan Guru Tewas Terbakar di Dalam Rumah. Tak Bisa Lari Karena Habis Kecelakaan

Sebelum kejadian sekitar pukul 16.00 WIB, adik korban Mariyanti (44) yang tinggal sebelah timur rumah korban, datang ke rumahnya untuk menyalakan lampu. Dia melihat korban membawa korek gas untuk menyalakan obat nyamuk.

Korek itu diminta Mariyanti, karena sudah beberapa kali korban menyalakan obat nyamuk dan nyaris membakar selimutnya.

Namun dia malah berkata, kalau kebakar meninggal yowis dan tetap menyalakan obat nyamuk. Mendengar jawaban itu, adiknya terus pulang.

Baca Juga: Jokowi Longgarkan Aturan Pemakaian Masker, Gibran Tunggu Instruksi Ganjar

Sekitar pukul 21.30 WIB, Pariyem yang rumahnya di belakang rumah korban, mendengar teriakan minta tolong.

Dia pun keluar dan melihat ada asap mengepul dari rumah korban, kemudian dia berteriak minta tolong.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Total Kasus PMK di Klaten Capai 1995 Ekor

Selasa, 28 Juni 2022 | 22:30 WIB
X