Peternak dan Blantik Keluhkan Penutupan Pasar Hewan, Jual Sapi Makin Sulit  

- Kamis, 26 Mei 2022 | 18:05 WIB
Blantik menurunkan anakan sapi atau pedhet untuk dijual di Pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo.    (SMSolo/Joko Murdowo)
Blantik menurunkan anakan sapi atau pedhet untuk dijual di Pasar Hewan Jelok, Kecamatan Cepogo. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Para peternak dan blantik di Boyolali terkena dampak penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kondisi semakin susah karena pentupan pasar hewan yang bakal dimulai Jumat (27/5) besok pagi.

Pasalnya, harga jual sapi bakalan pun ikut anjlok Rp 2 juta perekor. Keluhan bertambah karena mereka kesulitan untuk menjual ternak.

Baca Juga: TPA Sukosari Overload, Pemkab Karanganyar Akan Menutupnya Segera

Penjualan bertambah lesu karena masyarakat pun memilih untuk menunda membeli ternak di pasar.

Seperti dikemukakan Arianto, peternak sapi asal Kecamatan Musuk. Dia mengeluhkan adanya penutupan pasar hewan mulai 27 Mei.

Menurutnya penjualan sapi saat ini sedang sulit. Padahal peternak harus menjual sapinya agar bisa memperoleh untung sekaligus mendapatkan sapi dengan kualitas baik.

Baca Juga: Sah! Adik Presiden Jokowi, Idayati dan Ketua MK Anwar Usman Kini Berstatus Suami Istri

“Harga sapi bakalan juga anjlok sejak kasus PMK. Dari Rp 11-14 juta turun menjadi Rp 9-12 jutaan,” katanya, Kamis (26/5).

Tak hanya itu saja, Arianto yang juga sering menjual ternaknya langsung ke pasar juga mengakui, kesulitan menjual sapi yang dibawanya.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rem Blong, Truk Trailer Gasak Avanza di Boyolali

Senin, 27 Juni 2022 | 10:35 WIB

Boyolali Menerima Jatah 1.500 Dosis Vaksin PMK

Jumat, 24 Juni 2022 | 15:58 WIB

7.927 Ternak Di Boyolali sudah Ditracing

Selasa, 21 Juni 2022 | 18:25 WIB
X