Wajibkan ASN Minum Jamu, Cara Pemkab Sukoharjo Lestarikan Warisan Leluhur dan Angkat Perajin Jamu

- Jumat, 27 Mei 2022 | 10:40 WIB
Bupati, Wakil Bupati dan Forkopimda minum jamu di Pendapa GSP, Sukoharjo, Jumat (21/5).  (SMSolo/Heru S)
Bupati, Wakil Bupati dan Forkopimda minum jamu di Pendapa GSP, Sukoharjo, Jumat (21/5). (SMSolo/Heru S)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Kabupaten Sukoharjo dikenal sebagai Kabupaten Jamu. Kabupaten Sukoharjo juga sudah mempunyai pasar jamu terbesar, yakni Pasar Jamu Nguter.

Guna menjaga warisan leluhur tersebut, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Wakil Bupati Agus Santosa mengajak Forkopimda dan ASN di lingkup Setda minum jamu bersama, Jumat (27/5).

Menurut bupati, jamu sudah menjadi warisan leluhur dan sudah dikenal sejak lampau. Bahkan di waktu dulu, jamu menjadi minuman wajib orang-orang terdahulu. Karena jamu dipercaya dan diyakini mampu menjaga stamina.

Baca Juga: Cuaca di Arab Capai 50 Derajat Saat Puncak Haji, Ini Doa Agar Panas Matahari Terasa Sejuk

"Beberapa waktu lalu Kabupaten Sukoharjo sudah ditetapkan sebagai Kabupaten Jamu. Karena itu kita semua yang ada di sini harus melestarikan warisan budaya leluhur itu," jelas bupati.

Salah satu cara yang dilakukan yakni dengan mengenalkan jamu pada masyarakat luas. Serta mewajibkan bagi seluruh ASN, khususnya di lingkup Pemkab Sukoharjo minum jamu setiap hari Jumat.

Baca Juga: Hari Ini MUI Putuskan Fatwa Soal Hewan Terpapar PMK Boleh Tidak Untuk Kurban

Selain melstarikan warisan leluhur, minum jamu juga menjadi salah satu upaya Pemkab Sukoharjo untuk membantu UMKM, khususnya perajin jamu agar tetap eksis.

"Dengan minum jamu secara rutin tubuh akan menjadi fit dan sehat. Karena jamu dari Sukoharjo tidak mengandung bahan kimia," tegasnya bupati.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X