Mengenal Batu Bencet, Penanda Waktu Sholat di Makam Dukuh Wonosegoro, Cepogo

- Jumat, 27 Mei 2022 | 18:30 WIB
Warga menunjukkan Batu Bencet yang unik yang berada di makam Dukuh Wonosegoro, Desa/Kecamatan Cepogo.    (SMSolo/Joko Murdowo)
Warga menunjukkan Batu Bencet yang unik yang berada di makam Dukuh Wonosegoro, Desa/Kecamatan Cepogo. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Di makam Wonosegoro, Desa/Kecamatan Cepogo ada batu unik. Bentuknya kotak dengan tinggi 1,25 meter. Bagian atas seperti meja dengan ukuran 20 X 30 cm.

Keunikan lain, di bagian atas tersebut terdapat kotak- kotak kecil baik mendatar maupun horizontal.

Warga setempat bisa menyebut dengan batu bencet. Yaitu penunjuk waktu yang mengandalkan pergerakan sinar matahari.

Baca Juga: Buya Syafii Berpulang, Jokowi: Selamat Jalan Sang Guru Bangsa

Menurut Widodo (50) warga setempat, batu sudah lama berada di makam yang juga menjadi tempat pemakaman Ki Ageng Kebo Kanigoro, anak Pangeran Handayaningrat dari Pengging yang juga salah satu cicit Brawijaya V tersebut.

Batu diyakini warga sebagai penunjuk waktu sholat berdasarkan pergerakan matahari.

“Dulu dibagian atas batu terdapat kayu sepanjang 10 cm. Namun kayu tersebut sudah hilang. Hanya kapan hilangnya, warga tidak tahu,” ujarnya.

Baca Juga: Anak Ridwan Kamil Hilang di Sungai Aere Swiss, Begini Kronologi dan Profilnya

Wakiman (65) warga lainnya menambahkan, batu tersebut semula berada di tengah makam. Sebagai penanda waktu sholat di masjid yang dulu juga berada di makam tersebut. Namun, oleh warga, masjid kemudian di pindah di tempat lain di dukuh setempat.

“Batu bencet juga digeser tempatnya agak ke utara oleh warga karena pelebaran makam.”

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kirab Budaya di Desa Sidomulyo, Ampel Boyolali, Meriah

Jumat, 9 September 2022 | 13:59 WIB
X