Dua Sapi di Jumapolo, Karanganyar Tunjukkan Gejala PMK

- Jumat, 27 Mei 2022 | 14:50 WIB
Petugas mengecek kondisi sapi yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Karangpandan, beberapa waktu lalu. Dua sapi di Jumapolo tunjukkan gejala PMK. (SMSolo/Irfan Salafudin)
Petugas mengecek kondisi sapi yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Karangpandan, beberapa waktu lalu. Dua sapi di Jumapolo tunjukkan gejala PMK. (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Dua ekor sapi di Kecamatan Jumapolo mengalami gejala penyakit mulut dan kuku (PMK).

Untuk mencegah penularan, dua sapi itu langsung dikarantina. Pemiliknya juga tidak boleh mendekat.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar Siti Maesyaroch mengatakan, sampel darah dan lendir dari dua sapi itu sudah diambil dan dikirim ke Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta pada Kamis (26/5).

Baca Juga: Suspek PMK, Dua ekor Sapi Bunting dan Satu Pedhet Mati di Boyolali

"Dua sapi itu milik peternak. Gejalanya lesu, mulut berlendir, suhu tubuh di atas 39 derajat Celcius. Saat ini sudah dikarantina, biar tidak menular ke sapi yang sehat," katanya, Jumat (27/5).

Sapi hanya boleh didekati petugas Dispertan PP dengan memakai baju APD (alat pelindung diri). Asupan makanan juga diperhatikan, selama proses penyembuhan.

"Tidak boleh digembalakan, apalagi dijual," tandasnya.

Baca Juga: Buya Syafii Berpulang, Jokowi: Selamat Jalan Sang Guru Bangsa

Menurut Siti, kepastian bahwa sapi itu terkena PMK menunggu hasil laboratorium.

"Antisipasi tetap perlu dilakukan, meski belum positif. Sebab di sekitar Karanganyar, sudah ditemukan kasus PMK," katanya.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X