MOS Indonesia Dibuka, 40 Seniman Grafiti dari 16 Negara Bakal Beraksi di Tembok Pabrik Indaco

- Jumat, 27 Mei 2022 | 23:40 WIB
Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Presiden Direktur Indaco Iwan Adranacus meninjau Belazo Art Space, usai membuka event MOS Indonesia di kawasan pabrik Indaco di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Jumat (27/5/2022).  (SMSolo/Yoma Times Suryadi)
Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Presiden Direktur Indaco Iwan Adranacus meninjau Belazo Art Space, usai membuka event MOS Indonesia di kawasan pabrik Indaco di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Jumat (27/5/2022). (SMSolo/Yoma Times Suryadi)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Event prestisius seniman grafiti, Meeting of Styles (MOS) Indonesia, resmi dimulai.

Selama dua hari, Sabtu-Minggu (28-29/5/2022), 40 seniman grafiti dari 16 negara akan unjuk kemampuan, menggambar tembok di kawasan pabrik cat Indaco di Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar dengan konsep dan gaya masing-masing.

Seremoni pembukaan MOS Indonesia digelar Jum'at (27/5/2022) oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Baca Juga: Indaco Innovation Campus, Tempat Untuk Mengetahui Sejarah Hingga Inovasi Ramah Lingkungan

Pembukaan itu sekaligus peresmian Belazo Art Space, sebuah wahana seni yang disiapkan Indaco sebagai publik space.

Presiden Direktur PT Indaco Warna Dunia Iwan Adranacus mengatakan, Indonesia mendapat kehormatan menggelar MOS, yang konsisten digelar sejak 1997 dengan lokasi di kota-kota berbagai belahan dunia.

"Indonesia pertama kali menggelar event internasional ini. Kami berharap, lewat event MOS ini bisa mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda tentang grafiti. Street art yang sesungguhnya, yang bukan sekadar corat-coret, namun karya seni yang berkelas, bergengsi dan indah. Karya yang bisa ditampilkan di ruang publik," katanya.

Baca Juga: Kerennnn .. 40 Seniman Grafiti Dunia Bakal Unjuk Aksi di Event MOS Indonesia

Mengenai Belazo Art Space, Iwan mengungkapkan, ruang itu disiapkan sebagai galeri grafiti pertama di Indonesia. Juga menjadi art space yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan, serta pusat kegiatan seni dan berkesenian.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi gelaran MOS tersebut.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X