Seratusan Ekor Sapi di Sukoharjo Terkena PMK, Pasar Hewan Ditutup

- Senin, 6 Juni 2022 | 12:54 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani melihat sapi-sapi di Pasar Hewan Bekonang, Sabtu (14/5). (SMSolo/Heru S)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani melihat sapi-sapi di Pasar Hewan Bekonang, Sabtu (14/5). (SMSolo/Heru S)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Seratusan hewan sapi dan kambing di Kabupaten Sukoharjo terkena penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Arif Rahmanto, mengatakan, kasus PMK ditemukan di delapan kecamatan.

Yakni Kecamatan Bendosari, Polokarto, Mojolaban, Weru, Tawangsari, Sukoharjo, Grogol dan Baki. Empat kecamatan lain sementara belum ditemukan kasus PMK, yakni Kecamatan Kartasura, Gatak, Bulu dan Nguter.

Baca Juga: Hindari Kaki Melepuh, Jemaah Diimbau Pakai Sandal di Pelataran Masjid Nabawi

Terkait dengan temuan itu petugas bergerak dengan melakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap hewan.

"Semua kasus PMK sudah kami tangani dengan hasil sudah ada hewan ternak sembuh, dalam kondisi masih sakit dan mati. Khusus untuk hewan ternak terkena PMK yang mati karena kondisi penyakit sudah parah," ujarnya.

Baca Juga: Pensiunan Guru SD di Sragen Diminta Kembalikan Gaji Rp160 Juta, Viral

Berdasarkan data terbaru, ada temuan 45 ekor kasus baru. Namun tidak sedikit kasus yang sudah sembuh. 

"Melihat data diketahui ada temuan kasus baru per 4 Juni 2022 cukup banyak di tiga kecamatan. Semua kasus baru sudah ditangani petugas," lanjutnya.

Baca Juga: Tabrak Pembatas Jalan, Pikap Tercebut ke Sungai

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jembatan Mojo Ditutup, Ini Dampaknya bagi Pelaku UKM

Kamis, 22 September 2022 | 11:27 WIB
X